Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga.Hartarto

Menko Perekonomian Airlangga.Hartarto

Pelaksanaan Program Kartu Prakerja Turut Jaga Daya Beli

Rabu, 24 Februari 2021 | 09:03 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan, pelaksanan program kartu prakerja tahun 2020 telah tersalurkan kepada 5,5 juta penerima dari 11 gelombang. Program Kartu Prakerja merupakan bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor perlindungan sosial.

“Dari segi outcome selain untuk memberikan keterampilan dan meningkatkan kompetensi program juga terbukti sebagai instrumen perlinduangn sosila yang melindungi daya beli penerima,” ucap Airlangga dalam telekonferensi pers pada Selasa (23/2).

Penerima program kartu prakerja tahun 2020 terdistribusi secara merata dan proporsional  di 514 kabupaten dan kota dari 34 provinsi di Indonesia dengan tiga provinsi terbanyak yaitu  Jawa Barat (793 ribu peserta), Jawa Timur (651 ribu peserta), dan DKI Jakarta (542 ribu peserta)

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini, mengambil berbagai pelatihan keterampilan kerja dan kewirausahaan yang dapat menjadi bekal hidup selama dan paska pandemi,” ucap Airlangga.

Ia mengatakan  dari hasil survey evaluasi yang dilakukan oleh  Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja , 35% penerima awalnya menganggur kemudian saat dilakukan evaluasi telah bekerja atau berwirausaha. Dimana 17% berubah dari menganggur menjadi wirausaha dan 18% berubah dari mengangguran jadi pegawai/buruh/freelance

“Program kartu pra kerja juga mendorong peserta kembali bekerja  termasuk kewirausahaan,” ucap Airlangga.

Dalam skema program Kartu Prakerja  peserta berhak menerima insentif sebesar Rp 3,55 juta. Jumlah ini terbagi dalam 1 juta dari total insentif diberikan kepada penerima dalam bentuk voucher pelatihan.Sementara Rp 2,4 juta sisanya digelontorkan secara tunai dan pencairannya dilakukan selama empat kali. Kemudian, Rp 150 ribu sisanya diberikan saat peserta sudah mengisi tiga kali survei program.

Keberhasilan Program Kartu Prakerja telah divalidasi oleh Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2020, dimana 88,9% penerima Kartu Prakerja menyatakan bahwa keterampilan mereka meningkat. Selain itu 81,2% penerima Kartu Prakerja menyatakan bahwa dana insentif pasca pelatihan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang sesuai dengan penugasan sebagai program perlindungan sosial selama masa pandemi.

Dalam hal pengembangan kompetensi, Survei Evaluasi yang dilakukan oleh Manajemen Pelaksana mencatat bahwa 94% penerima Kartu Prakerja mengalami pengembangan kompetensi melalui skilling, upskilling, dan reskilling. Lebih dari sepertiga penerima Kartu Prakerja yang semula tidak bekerja berubah menjadi bekerja, baik sebagai karyawan maupun pelaku wirausaha. 

Lebih lanjut Airlangga mengatakan program kartu prakerja ini  telah membawa banyak inovasi. Pihaknya terus menjaga momentum reformasi dari pelayanan publik ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Manajemen Program Kartu Prakerja yang telah melaksanakan di tahun 2020 dan berharap di tahun 2021 ini bisa lebih baik, “ucap Airlangga.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN