Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri  Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Pelaku UMKM Harus Bersinergi dalam Koperasi

Senin, 12 Juli 2021 | 23:41 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah mengharapkan agar para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa bersinergi bersama dalam koperasi. Dalam hal ini koperasi dapat menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha mereka.

“Sehingga produktivitas akan semakin baik dan produktivitas koperasi juga didukung oleh sumber pembiayaan sumber dan berbagai jenis usaha.  Termasuk penguasaan rantai pasok dari produk itu sendiri sehingga bisa dijamin keberadaannya karena format koperasi yang didukung,” ucap Menteri  Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Puncak Hari Koperasi Nasional Ke-74 pada Senin (12/7).

Dia mengatakan  gerakan koperasi adalah salah satu komponen penting bagi negara ini dan mampu berperan dalam kondisi kehidupan sosial kemasyarakatan. Sebab koperasi bekerja dengan prinsip-prinsip kesetaraan, kejujuran, keadilan, solidaritas, transparansi, dan kemandirian.

Kemenko Perekonomian mendorong  Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) agar menggerakkan koperasi-koperasi pemuda untuk mempercepat transformasi ekonomi di tingkat pedesaan dan kelurahan. Di sisi hilir generasi  muda ini yang dapat menguasai teknologi tentunya bisa menjadi pelopor sumber daya ekonomi masyarakat yang berbasis sumber daya baik itu sumber daya alam maupun sumber daya inovasi.

“Di hilir koperasi tentu diharapkan bisa memasarkan produk-produk unggulan dan kami berharap bahwa banyak penduduk desa yang bisa membanjiri pasar baik pasar lokal maupun pasar global,” ucap Airlangga.

Ketua Dekopin Nurdin Halid
Ketua Dekopin Nurdin Halid

Ketua Dekopin Nurdin Halid mengatakan  koperasi mengembangkan kerjasama vertikal  mencakup internal gerakan  koperasi seperti induk  sampai eksternal. Begitu juga k kerjasama dengan pemerintah penting dan wajib karena diatur dalam UU  Koperasi. “Namun bedanya  sekarang kita harus bekerjasama secara profesional saat bekerja sama  dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah maupun pemerintah desa,” ucapnya.

Dia juga mendorong agar seluruh anggota Dekopin untuk menggembangkan koperasi pariwisata di setiap destinasi wisata  Indonesia . Dengan tujuan  supaya produk masyarakat sekitar destinasi wisata  bisa masuk dan bersaing.

“Koperasi pemuda desa  akan menjalin kerjasama dengan koperasi pariwisata di daerah-daerah. Kami berharap inisiatif ini didukung oleh seluruh pihak di daerah,” ucapnya.

Deputi Bidang Perkoperasian  Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi
Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perkoperasian  Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi mengatakan dari kondisi pandemic Covid 19 menunjukan koperasi tidak lagi didominasi oleh kegiatan usaha simpan pinjam. Koperasi perlu didorong  bergerak di sektor riil seperti di bidang pangan.

“Koperasi perlu memiliki model bisnis baru yang memperkuat perannya sebagai konsolidator dan katalisator produk UMKM untuk masuk ke rantai pasok,” kata Ahmad Zabadi .

Dia mengatakan  koperasi harus didorong untuk go digital dalam tata kelola bisnis dan sistem keuangan. Pandemi Covid-19 juga menjadi momentum  dan menghadirkan keniscayaan terhadap transformasi koperasi ke arah ekonomi digital.

“Hal ini didukung fakta bahwa mereka yang terhubung ke ekosistem digital yang lebih memiliki daya tahan di tengah pandemi,” tandas  Ahmad Zabadi.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, transformasi digitalisasi koperasi menjadi salah satu langkah strategis untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pelayanan koperasi. Di tahun 2021 ini Kemenkop UKM menargetkan 100 koperasi akan bertransformasi menjadi transformasi modern.  Melakukan transformasi terhadap 2,5 juta usaha mikro  menjadi sektor formal Kenaikan kontribusi ekspor sebesar 15,25% meningkatkan rasio kewirausahaan menjadi 3,55%, menaikan rasio kredit perbankan di atas 20%.

“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media adalah pilar pentahelix yang perlu ditekankan dan semakin sinergis untuk mendorong masyarakat koperasi memasuki ekosistem digital,” pungkas Ahmad Zabadi.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN