Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Kadin Surabaya, M. Ali Affandi. Foto: Istimewa

Ketua Kadin Surabaya, M. Ali Affandi. Foto: Istimewa

Pelaku Usaha di Jatim Dukung PPKM

Jumat, 8 Januari 2021 | 21:13 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id -Pelaku usaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim mendukung kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun mereka tetap berharap pemerintah daerah memperhatikan sektor ekonomi selama pemberlakuannya di tengah ekonomi Jatim yang mulai membaik.

Pemerintah pusat telah menetapkan PPKM di beberapa daerah yang tingkat penyebaran Covid-19, tingkat kematian dan tingkat keterisian kamar isolasi di rumah sakit cukup tinggi melebihi nasional. Langkah ini bertujuan untuk menekan dan memutus mata rantai penyebarannya.

Di Jawa Timur, beberapa daerah yang masuk kriteria itu sesuai keputusan pemerintah pusat akan diterapkan PPKM mulai tanggal 11-25 Januari 2021. Daerah-daerah itu adalah Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik serta Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Ketua Kadin Surabaya, M Ali Affandi mengatakan pihaknya mendukung pemberlakuan PPKM dan kota Surabaya menjadi salah satu kota yang akan menerapkan kebijakan itu.

Menurut dia, keselamatan dan kesehatan lebih utama. Karena alasan itu pula pemerintah sudah menarik rem darurat sejak bulan maret 2020. Dan sekarang justru berdampak kondisi perekonomian yang mulai pulih dan lebih cepat.

Dalam kondisi ekonomi yang mulai membaik sekarang, memang terkesan pahit dengan kebijakan PPKM.

Ketua Kadin Surabaya, M. Ali Affandi. Foto: Istimewa
Ketua Kadin Surabaya, M. Ali Affandi. Foto: Istimewa

“Tapi kalau nggak dilakukan kita gak bisa recovery lebih cepat lagi. Kami yakin, bahwa kita harus mengikuti dan mendukung agar bisa kembali bekerja dalam pemulihan ekonomi. Pastinya kebijakan ini tidak bisa memuaskan semua pihak. Konsekuensinya bisa semakin parah jika kita tidak berhati-hati. Tetapi kebijakan ini diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Apalagi, sudah banyak korban Covid dan pemberlakuan PPKM  selama 2 minggu diharapkan bisa mengurangi laju penularan Covid,” katanya.

Affandi menegaskan kebijakan PPKM memang harus dilakukan.

“Memang kita harus berani mengambil tindakan sebelum semua terlambat. Apalagi, setelah diterapkan kebijakan itu IHSG justru menguat. Hal ini menunjukkan bahwa dunia usaha memiliki sentimen positif terhadap kebijakan tersebut. Prinsipnya kita mendukung kebijakan itu,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengatakan, Kadin Jatim masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah daerah setempat terkait pelaksanaan PPKM di daerah. Mengingat daerah biasanya memiliki cara sendiri dalam mengimplementasikannya.

Namun, satu hal yang perlu menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menerapkan PPKM adalah saat ini ekonomi Jatim sudah mulai membaik. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan juga tetap memperhatikan sektor ekonomi.

"Kesehatan memang harus menjadi prioritas, karena kesehatan menjadi moda penggerak. Tetapi, sektor ekonomi juga tidak bisa dikesampingkan. Keduanya harus berjalan secara seimbang,”  kata Adik, Jumat (8/1/2021).

Adik lebih lanjut menjelaskan, membaiknya kondisi ekonomi Jatim saat ini tak lepas dari upaya pemerintah untuk mengerek daya beli melalui berbagai stimulus yang terus diperpanjang hingga 2021.

Survei Kondisi Dunia Usaha (SKDU) dan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia juga mengindikasikan perbaikan aktivitas usaha dan penguatan penjualan eceran di Jatim pada triwulan III/2020.

Hal ini juga tercermin dari membaiknya kinerja lapangan usaha utama Jatim seperti industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi.

Selain itu lapangan usaha akomodasi dan mamin serta transportasi yang sebelumnya terkontraksi cukup dalam juga menunjukkan perbaikan atau pemulihan.

Sektor pariwisata juga sudah menunjukkan perbaikan namun masih terkontraksi sejalan dengan masih terbatasnya aktivitas masyarakat untuk melakukan kegiatan wisata.

Dari sisi investasi, juga mencatatkan kinerja yang cukup menggembirakan, baik dari sisi Penanaman Modal Asing (PMA) ataupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Jatim memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga di masa pandemi kinerjanya pada triwulan III/2020 justru tumbuh 42,2% dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Dan naik 23,31% dibanding triwulan sebelumnya.

"Kondisi ini sebenarnya menjadi landasan optimisme untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di 2021. Kita yakin, pemberlakuan PPKM ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap ekonomi yang mulai merangkak naik. Mudah-mudahan setelah dua minggu pemberlakuan PPKM, kinerja industri bisa digenjot lagi," tandas Adik.

Apalagi, selama pemberlakuan PPKM masih tetap ada kelonggaran, seperti di sektor konstruksi yang padat karya masih bisa beroperasi 100%, bahan pokok 100% dan makanan minuman juga 100%.

“Kalau soal jam buka mall, saya kira masyarakat harus bisa menyesuaikan, begitu juga dengan restoran, masyarakat juga harus  menyesuaikan misal dengan membeli di bawa pulang," ungkapnya.

Kadin Jatim akan terus melakukan koordinasi, baik dengan pemerintah daerah terkait maupun dengan industri. Kadin juga mengimbau kepada seluruh industri dan pengusaha agar tetap dan terus menekankan pemberlakuan protokol kesehatan di tempat kerja masing-masing. Pekerja harus pakai masker, jaga kebersihan, jaga jarak dan tidak berkerumun.

"Kami secara intens melakukan komunikasi dengan Apindo Jatim untuk menyikapi kondisi ini. Apa saja kesulitan dan hambatan yang ditemui pengusaha dan bagaimana mencari solusinya," pungkas Adik.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN