Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto ilustrasi: IST

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto ilustrasi: IST

Pelaku Usaha Pariwisata Didorong Masuk Pasar Modal

Senin, 21 September 2020 | 06:27 WIB
Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) didorong untuk masuk ke pasar modal melalui skema penawaran umum saham perdana (Initial Publik Offering/IPO). Hal ini bertujuan agar bisnis usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berkembang.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Fadjar Hutomo menyebut bahwa skema IPO dapat menjadi solusi bagi para pelaku usaha atau perusahaan di bidang parekraf untuk mengembangkan usahanya.

“Banyak pelaku usaha yang masih butuh modal untuk pengembangan usahanya, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Skema IPO ini dilakukan melalui pasar modal untuk dapat meningkatkan modal kerja, membayar utang, investasi, memenuhi kebutuhan akuisisi, dan sebagainya,” kata Fadjar dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu.

Dia menerangkan, skema IPO merupakan proses sebuah perusahaan untuk menawarkan sahamnya agar dapat dibeli oleh masyarakat umum melalui Bursa Efek untuk yang pertama kalinya.

Dengan melakukan IPO, pelaku usaha atau perusahaan yang masuk akan mendapatkan akses ke sumber pendanaan. Masyarakat juga akan menganggap bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang sudah naik kelas.

“Dengan menjadi perusahaan publik, nilai ekuitas perusahaan akan meningkat, sehingga perusahaan memiliki struktur permodalan yang lebih optimal,” ujar Fadjar.

Kepala IDX Incubator Jawa Barat Achmad Dirgantara mengungkapkan bahwa perusahaan yang sudah melakukan IPO kemudian disebut sebagai Perusahaan Tercatat Bursa Efek Indonesia, dan perusahaan akan memiliki manfaat pada pertumbuhan usahanya.

“Dengan melakukan IPO, nilai perusahaan akan naik, ada kebanggaan dari karyawan juga. Mereka bangga perusahaannya transparan, tata kelolanya baik, dan kemudian dengan nilai perusahaan tumbuh, banyak investor dari dalam negeri atau luar negeri akan masuk,” ujar Achmad.

Lebih lanjut, Achmad menjelaskan, pasar modal tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar, namun juga sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan oleh semua jenis perusahaan konvensional yang ingin tumbuh menjadi lebih besar. Meski demikian, untuk melakukan skema IPO ini bukan hal mudah.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti pemenuhan dokumen tentang informasi umum perusahaan, keuangan perusahaan, hingga legalitas perusahaan.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN