Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Antrian truk di sebuah jalan di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Antrian truk di sebuah jalan di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Pelarangan Truk Odol berlaku Penuh Awal 2023

Thresa Sandra Desfika, Senin, 24 Februari 2020 | 23:36 WIB

JAKARTA, investor.id  – Pemerintah menetapkan pelarangan angkutan mobil barang yang overdimension and overload (odol) akan berlaku penuh mulai awal 2023.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai rapat koordinasi terkait odol bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Korlantas Polri, Kementerian Perindustrian, dan stakeholders lain di Jakarta, Senin (24/2).

“Kami mengadakan rapat koordinasi untuk mencari solusi. Di satu sisi kita punya keinginan untuk menegakkan aturan odol, tetapi di sisi lain kita sedang menghadapi masalah ekonomi akibat adanya wabah virus korona dan isu lainnya yang mempengaruhi ekonomi Indonesia. Oleh karenanya, kita memberikan toleransi sampai akhir 2022, dan pada  1 Januari 2023 berlaku penuh,” ucap Menhub Budi.

Budi Karya Sumadi. Foto: IST
Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Menhub menambahkan, penundaan pemberlakuan odol secara penuh ini karena adanya permohonan dari para pelaku usaha untuk meminta tenggat waktu untuk menyesuaikan diri sebelum aturan tersebut benar-benar ditegakkan.

Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan produktivitas dari Tanjung Priok sebagai pusat logistik nasional yang melayani 60% logistik Indonesia. 

Namun demikian, Menhub menjelaskan, untuk ruas jalan tol tertentu aturan pelarangan odol ini akan mulai diberlakukan saat ini. Ruas jalan tol tersebut yaitu jalan tol dari Tanjung Priok sampai ke Bandung. Termasuk pelarangan angkutan odol masuk ke pelabuhan Penyeberangan.

“Jadi (jalan tol) Tanjung Priok – Jakarta – Cikampek – Bandung tetap diberlakukan pelarangan odol. Teknisnya apakah akan diberlakukan hari ini atau minggu depan, akan segera disiapkan,” tegas Menhub.

Pada masa tenggat ini, Menhub meminta kepada pelaku usaha untuk mempersiapkan diri jelang diberlakukannya aturan pelarangan odol secara penuh di awal 2023, di antaranya dengan tidak membeli mobil-mobil baru dengan kualifikasi odol.

Menhub mengungkapkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan melakukan pembenahan seperti uji kir, termasuk mulai mengoptimalkan angkutan alternatif pengangkut barang selain truk, seperti kapal roro dan kereta api.  

Pada kesempatan yang sama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut, para pelaku usaha siap mendukung terkait rencana pemberlakuan aturan larangan angkutan odol pada Januari 2023.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN