Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pelindo 1 (Persero) berkomitmen terus melakukan pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE). (doc Pelindo I)

PT Pelindo 1 (Persero) berkomitmen terus melakukan pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE). (doc Pelindo I)

Pelindo 1 Komitmen Terus Kembangkan Kuala Tanjung

Kamis, 18 Februari 2021 | 18:12 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pelindo 1 (Persero) berkomitmen terus melakukan pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE).

 

Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo 1 Prasetyo menjelaskan, Kuala Tanjung PIE memiliki potensi yang besar untuk tumbuh dan berkembang secara cepat. Kuala Tanjung PIE terletak di Pulau Sumatera dan berada di tengah jalur utama Selat Malaka yang dilewati 25% komoditas perdagangan dunia dan didukung hinterland yang kuat di 10 provinsi di Pulau Sumatera. Lokasi ini menjadikan posisi Kuala Tanjung PIE semakin strategis dan berpotensi besar sebagai simpul penting dalam jaringan logistik dan supply chain global.

 

“Kuala Tanjung PIE terdiri dari dua bagian yang saling terintegrasi, yaitu kawasan pelabuhan (Kuala Tanjung Multipurpose Terminal) dan kawasan industri (Kuala Tanjung Industrial Zone),” jelas Prasetyo dalam keterangan resmi, Kamis (18/2).

 

Pengembangan Kuala Tanjung PIE ditandai dengan telah beroperasinya kawasan pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) sejak 2019. Direncanakan sebagai The Next Indonesia’s logistic and Supply Chain Hub, pelabuhan ini didesain untuk mengakomodasi kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 50.000 DWT (dead weight tonnage) serta berbagai jenis muatan, dari petikemas, curah cair, hingga kargo umum.

 

KTMT memiliki panjang dermaga 500x60 meter, trestle 2,8 km, container yard seluas 14 hektar, dan kedalaman kolam pelabuhan -17 meter LWS. KTMT dilengkapi dengan alat bongkar muat antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane dan 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, serta alat angkut 21 terminal tractor. KTMT juga memiliki 22 tangki timbun yang mampu melayani arus curah cair utamanya CPO hingga 1.000 ton per jam dengan 4 jaringan pipa yang dilengkapi dengan 8 pompa.

 

Selain itu, jelas Prasetyo, Terminal KTMT juga memiliki konsep terminal ramah lingkungan, di mana sebagian besar peralatan bongkar muatnya menggunakan energi listrik. Seluruh operasional petikemas dan curah cair didukung dengan sistem TI yang terintegrasi Terminal Operating System (TOS). Dengan berbagai fasilitas tersebut, pelabuhan yang dikelola PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan Pelindo 1, memiliki kapasitas throughput petikemas hingga 600.000 TEUs dan tangki timbun CPO 100.000 metrik ton per tahun.

 

Sejak beroperasi pada 2019 hingga saat ini, aktivitas bongkar muat di KTMT terus mengalami peningkatan. Tercatat sejak 2019, bongkar muat petikemas melalui KTMT sebesar 23.937 TEUs, curah cair 102.200 ton, dan general cargo sebesar 16.970 ton. Pada 2020, arus bongkar muat semakin meningkat, dengan rincian bongkar muat peti kemas sebesar 54.011 TEUs atau tumbuh 125%, curah cair 366.103 ton atau tumbuh 258%, dan general cargo sebesar 63.832 ton atau tumbuh 276%.

 

“KTMT mencatat tren pertumbuhan yang positif, artinya KTMT beroperasi dengan baik dan respon pasar pun positif dengan keberadaan KTMT. Peningkatan level of service ini akan terus dilakukan untuk memaksimalkan kinerja KTMT dan Pelindo 1 ke depannya,” ungkap Prasetyo.

 

Sedangkan Kuala Tanjung Industrial Zone (KTIZ) yang dikembangkan di area seluas 3.400 Hektare, memiliki potensi segmen industri yang beragam, baik itu port associate industry maupun non port associate industry, di antaranya aluminium, palm oil, iron & steel, rubber, petrochemical, produk makanan, serta segmen industri lainnya. Kawasan ini, ujar Prasetyo, juga akan diperkuat dengan tersedianya berbagai layanan pendukung seperti bunkering service, logistic service, dan warehousing, serta dilengkapi juga dengan penyediaan listrik, jaringan pipa gas, air bersih, pengelolaan limbah, dan jaringan utilitas lainnya.

 

Di dalam rencana pengembangan Kuala Tanjung PIE ini juga terdapat rencana pengembangan business and residential area yang didukung oleh akses jaringan transportasi terpadu berupa jalan tol Trans-Sumatera dan jaringan jalur kereta api yang langsung masuk ke dalam Kuala Tanjung PIE. Kuala Tanjung PIE juga terintegrasi dan terhubung langsung dengan Kawasan Industri Sei Mangkei, yang merupakan kawasan industri yang terlebih dahulu ada di Sumatera Utara dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

 

Selain itu Kuala Tanjung PIE juga akan menerapkan konsep smart port and smart industrial area. Hal tersebut didukung dengan perencanaan implementasi Internet of Things (IoT) dan Information and Communication Technology (ICT) di kawasan tersebut. Sehingga Kuala Tanjung PIE nantinya akan menjadi sebuah kawasan industri modern berskala International sesuai dengan visi Pelindo 1 yaitu menjadi gerbang utama Indonesia ke jaringan logistik global.

 

Hingga saat ini sudah ada beberapa perusahaan berskala internasional dan multinasional serta investor yang tertarik untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Salah satunya, Pelindo 1 dengan PT Pertamina (Persero) akan bekerja sama untuk mengembangkan dan membangun Terminal Energi yang didalamnya terdapat Terminal bahan bakar minyak (BBM) dan Terminal LNG. Pengembangan sarana dan fasilitas bunker penunjang BBM guna memenuhi kebutuhan energi di kawasan industri ini.

 

“Sebagai The Next Indonesia Logistic and Supply Chain Hub, Kuala Tanjung PIE akan terus dikembangkan. Dengan percepatan pengembangan Kuala Tanjung PIE dan dukungan dari pemerintah, maka akan semakin banyak calon mitra strategis dan investor yang tertarik untuk berinvestasi. Kami akan terus melakukan koordinasi dengan para stakeholder dan mengajak para investor serta mitra strategis untuk berperan aktif dalam Pengembangan Kuala Tanjung PIE,” jelas Prasetyo.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN