Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kawasan perkantoran di Jakarta, belum lama ini.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kawasan perkantoran di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Peluang Coworking Space Cukup Besar

Kamis, 2 Juli 2020 | 17:04 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dampak Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia membawa perubahan perilaku masyarakat cukup signifikan, yang melingkupi juga sektor properti sektor perkantoran.

Berbagai kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran dengan menerapkan pembatasan fisik skala besar dan menutup sebagian besar pusat publik termasuk sekolah, kantor, pusat ritel, dan tempat wisata membawa pergeseran baru dunia kerja.

Konsultan properti Savills Indonesia menilai bahwa Pandemi Covid-19 ini telah membawa tren ruang kerja fleksibel ke level baru. Didukung oleh kemajuan teknologi, cara kerja praktik ini dipandang sebagai pilihan yang paling layak dalam apa yang disebut normal baru.

“Di era modern ini, perusahaan besar, usaha kecil hingga menengah, serta pengusaha terus mencari cara baru untuk meningkatkan bisnis dan produktivitas mereka di tengah pandemi Covid-19, termasuk menerapkan solusi kantor yang fleksibel seperti yang ditawarkan di ruang kerja bersama,” ungkap Head of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus, dalam siaran pers, Kamis (2/7).

Menurut Anton, pasar untuk ruang kerja bersama (coworking space) di Indonesia telah mendapatkan popularitas, terutama di Jakarta, di mana kegiatan bisnis dan komersial sangat terkonsentrasi.

“Kami memperkirakan bahwa saat ini ada lebih dari 200 ruang kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, dan Jakarta masih memliki kontribusi tertinggi hampir 90% dari total stok,” katanya.

Dalam enam bulan pertama 2020, kata Anton, di Jakarta melihat ekspansi baru untuk ruang kerja terbatas (fleksibel) sebesar 15 ribu meter persegi. Artinya masih ada peluang yang cukup besar  yang dioperasikan  oleh CoHive, Connext, GoWork, Kedasi, Ko + labora, UnionSpace, dan Wellspaces.co.

“Angka ini menunjukkan bahwa pasar menyambut volume ruang baru yang lebih kecil pada paruh pertama tahun 2020 dibandingkan dengan ruang baru seluas 40 ribu meter persegi pada periode yang sama tahun lalu. Sehingga dengan ekspansi baru, persediaan ruang kerja bersama di Jakarta mencapai sekitar 200.000 meter persegi.

Berdasarkan lokasi, sebagian besar ruang kerja bersama berada di area central business distric (CBD)  capai 64%. Di daerah non-CBD, Jakarta Selatan memiliki pasokan ruang kerja bersama terbesar 18%, diikuti oleh Jakarta Pusat  7%, Jakarta Utara  6% dan Jakarta Barat 5%. Pasokan di Jakarta Timur paling sedikit dibandingkan dengan lokasi lain.

Ruang kerja bersama hadir dengan fleksibilitas ruang kerja yang menawarkan berbagai tata ruang, termasuk area terbuka bersama, kantor pribadi, ruang rapat, dan ruang acara. Mereka menyediakan berbagai jenis keanggotaan dengan fasilitas yang diperlukan untuk bisnis.

Biasanya, operator ruang kerja bersama di Jakarta menawarkan rencana keanggotaan untuk bekerja baik di area lantai terbuka maupun di ruang kantor pribadi. Keanggotaan lantai terbuka memiliki opsi untuk biaya harian atau biaya bulanan, tergantung pada meja yang digunakan, yang bisa berupa meja bersama atau yang khusus.

Di sisi lain, rencana kantor pribadi memungkinkan penghuni untuk penggunaan bulanan suite seperti kantor dengan biaya berbeda berdasarkan ukuran ruang. Bervariasi ruang kantor pribadi ditawarkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pengguna dari individu hingga kelompok.

Pada semester perta,a 2020, harga rata-rata ruang kerjas bersama dalam penggunaan sehari-hari tercatat sekitar Rp 110.000 / pax / hari dan penggunaan bulanan mencapai Rp 1.600.000 / pax / bulan, sedangkan harga rata-rata meja khusus dalam penggunaan bulanan adalah sekitar Rp 2.100.000 / pax / bulan.

Di sisi lain, ruang pribadi untuk bisnis yang lebih besar memiliki kisaran harga yang luas, mulai dari Rp1 juta hingga Rp100 juta per bulan (ruang kerja untuk satu orang atau tim seluas 20+).

Penelitian kami menemukan bahwa beberapa operator telah menawarkan pengurangan harga untuk meja bersama atau ruang pribadi selama masa sulit ini. Diskon untuk biaya bulanan bisa hingga 40% -60% untuk meja bersama dan sekitar 10% -45% untuk ruang pribadi.

“Industri ruang kerja bersama berkembang pesat, karena permintaan akan flexispace mungkin menunjukkan tren positif terutama di Jakarta. Beberapa pemain besar terus mendominasi pasar, seperti CoHive, WeWork, GoWork, Kolega dan UnionSpace,” katanya.

Ruang kerja bersama sebagian besar dihuni oleh generasi muda, pekerja lepas, pemula dan tim kecil yang lebih suka mengambil keuntungan dari ruang kerja yang fleksibel. Namun, ada peningkatan jumlah anggota yang lebih besar mulai memanfaatkan ruang kerja bersama.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN