Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Green Cleosa Apartment and Condotel, Ciledug, Tangerang Kota, Banten.

Proyek Green Cleosa Apartment and Condotel, Ciledug, Tangerang Kota, Banten.

Aset Meningkat DrastisĀ 

Pembangunan Green Cleosa Terus Bergulir

Selasa, 11 Agustus 2020 | 10:18 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (Bhakti Agung) memastikan pembangunan Green Cleosa Apartment and Condotel terus bergulir di tengah pandemi Covid-19. Di sisi lain, jumlah aset perseroan melejit pasca-masuk bursa pada 2019.

“Sebagai wujud komitmen kepada konsumen, Bhakti Agung menjaga pembangunan proyek hunian vertikal terus bergulir,” ujar Agri Rahadiyan, corporate secretary PT Bhakti Agung Propertindo Tbk, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (10/8).

Dia menambahkan, progress pembangunan cukup pesat bila dibandingkan sebelum IPO pada 2019 dengan kondisi saat ini. Saat ini, pembangunan apartemen Green Cleosa dalam tahap penyelesaian. “Bahkan, sebagian unit yang dibeli konsumen sudah kami serahterimakan,” papar Agri Rahadiyan.

Proyek Green Cleosa Apartment and Condotel berdiri di Ciledug, Kota Tangerang, Banten dan mencakup dua menara, yakni tahap pertama, Tower Berosa dan STIKES.  Lalu, tahap kedua, Tower Arcleo dan kondominium hotel (kondotel). “Total kapasitas di tahap pertama mencapai 600-an unit,” jelas Agri Rahadiyan.

 

 

Aset Meningkat

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Bhakti Agung Propertindo Tbk Agung Hadi Tjahjanto mengatakan, kepercayaan pasar terhadap proyek Green Cleosa cukup baik.

“Setelah kami masuk pasar modal lewat initial public offering (IPO) kepercayaan pasar kian meningkat sehingga produk yang kami bangun diserap pasar,” ujar dia.

Saat ini, dari 308 unit yang sudah terjual, sebanyak 269 menggunakan sistem pembayaran kredit pemilikan apartemen (KPA), selebihnya membayar secara tunai.

Agung Hadi mengatakan, lewat IPO pihaknya mendapat tambahan modal kerja sehingga pembangunan proyek Green Cleosa Apartment and Condotel kian solid.  Dari IPO saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 September 2019, Bhakti Agung mengantongi dana segar Rp 251,62 miliar. “Sekitar Rp 242,60 miliar atau sekitar 96% kami gunakan untuk modal kerja,” ujar Agung Hadi.

Indikator kepercayaan pasar terhadap perseroan antara lain tercermin dari laju penjualan unit apartemen Green Cleosa sejak diperkenalkan kepada pasar pada 2019. Selain itu, indikator lainnya adalah berkenannya bank besar seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjadi mitra perseroan.

Sementara itu, aset perseroan tercatat melonjak 131% menjadi Rp 630,39 miliar per 30 Juni 2020 dibandingkan Rp 273 miliar per Desember 2018, sebelum perseroan menjadi perusahaan publik.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN