Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan infrastruktur tetap berlanjut di tengah mewabahnya virus korona. Foto ilustrasi dok PUPR

Pembangunan infrastruktur tetap berlanjut di tengah mewabahnya virus korona. Foto ilustrasi dok PUPR

Pembangunan Infrastruktur Didorong Padat Karya untuk Dongkrak Perekonomian

Rabu, 5 Agustus 2020 | 17:14 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, pemerintah akan mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Dalam hal ini pembangunan infrastruktur baik yang Proyek Strategis Nasional maupun non-PS diupayakan untuk dijalankan dalam bentuk proyek padat karya.

“Teman-teman di Kementerian/Lembaga sudah mencoba untuk menggunakan pola padat karya. Langkah ini menjadi kunci untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” ucap Wahyu dalam konferensi pers secara virtual pada Rabu (5/8).

Wahyu menuturkan pihakya juga mendorong Kementerian/Lembaga terkait untuk mempercepat pengadaan barang untuk proyek infrastruktur. Sehingga penyerapan anggaran dan pengerjaan proyek infrastruktur bisa segera dilaksanakan.

Pembangunan infrastruktur dijalankan untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga yang akan berefek domino pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Catatan Badan Pusat Statistik menunjukan konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51%. Dimana sektor ini menjadi penyumbang kontraksi terbesar 2,96%.

Pada kuartal II-2020 komponen konsumsi rumah tangga yang penurunannya sangat dalam adalah restoran dan hotel yang terkontraksi 16,53% serta transportasi dan komunikasi terkontraksi 15,33%. 

Komponen pakaian alas kaki dan jasa perawatannya yang terkontraksi 5,13%. Komponen makanan, minuman selain restoran mengalami kontraksi 0,71%.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan akan menyalurkan dana desa sebesar Rp 36 triliun untuk menjalankan program Padat Karyat Tunai Desa (PKTD).

Dengan penggunaan dana tersebut diproyeksikan tenaga kerja sebanyak 5,2 juta tenaga kerja. PKTD akan dijalankan untuk mempekerjakan pengangguran, masyarakat miskin, dan kaum marginal di desa.

“Ada dana Rp 36 triliun yang masih bisa digunakan, dengan demikian pengangguran terbuka di desa akan teratasi melalui dana desa dengan pendekatan PKTD,” ucap Abdul Halim.

Adapun tenaga kerja yang akan terserap melalui dana desa dengan menggunakan padat karya tunai desa dengan kriteria keterlibatan adalah pengangguran, warga masyarakat miskin, dan kelompok marginal lainnya. Proporsi upah minimal 50% dari biaya kegiatan. Dengan alokasi sebesar Rp 36 triliun maka biaya upah diperkirakan akan berada di kisaran Rp 18 triliun.

“Kalau lebih dari 50% maka penyerapan tenaga kerja akan lebih tinggi lagi. Upah dibayar setiap hari  sehingga akan berdampak sistemik ke pertumbuhan ekonomi di desa karena daya belinya meningkat,” tutup Abdul Halim.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN