Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
120 jembatan gantung yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia selesai dibangun. Foto: dok.PUPR

120 jembatan gantung yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia selesai dibangun. Foto: dok.PUPR

Pembangunan Jembatan Gantung Terhambat Penerimaan Pemda

Rabu, 27 Januari 2021 | 12:55 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Minimnya penerimaan Pemerintah Daerah (Pemda) dan belum pastinya penetapan lokasi membuat pembangunan jembatan gantung menjadi terhambat. Ke depan, penyelesaian lelang jembatan gantung bakal didorong lebih dini.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mendorong agar beberapa hal terkait pembangunan jembatan gantung betul-betul disiapkan secara matang mulai dari penerimaan Pemda sampai penetapan lokasi.

Menurut Hedy, penting adanya keyakinan bahwa pembangunan jembatan gantung ini diterima oleh Pemda. Sebab, saat ini sedikit sekali Pemda yang menerima pembangunan jembatan gantung akibat satu dan lain hal.

“Jadi, kami mohon ada koordinasi yang baik masalah jembatan gantung ini untuk dapat kita kerjakan fisiknya secara confidence. Karena hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) banyak catatan soal jembatan gantung ini. Karena itu, kami mohon bantuan Komisi V,” kata Hedy dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Rabu (27/1).

120 jembatan gantung yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia selesai dibangun. Foto: dok.PUPR
120 jembatan gantung yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia selesai dibangun. Foto: dok.PUPR

Selain itu, ia juga mendorong agar lokasi jembatan gantung dipastikan lebih dulu. Sebab menurutnya, saat ini masih banyak lokasi jembatan gantung yang goyang. Hal ini penting karena Ditjen Bina Marga membutuhkan waktu untuk melakukan survey dan desain termasuk mengevaluasi ketersediaan bangunan atasnya.

“Jadi ini harus dikoordinasikan. Jadi mohon agar dinamis karena kami kesulitan. Misalnya kita pesan bangunan atas 100, tapi tahu-tahu butuhnya 150. Ini jadi repot kita,” ungkapnya.

Hedy juga menyatakan bahwa koordinasi tersebut dapat dilakukan secara langsung baik melalui direktur jembatan maupun kepala balai sehingga dapat segera dipastikan. Apalagi, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jembatan gantung selalu dibangun di akhir-akhir lantaran desain dan kepastian lokasinya belum siap. Untuk itu, ia meminta dukungan agar lelang jembatan gantung bisa diselesaikan lebih dini dan klir.  

Adapun terkait refocusing anggaran tahun 2021, Bina Marga mendapat pemotongan anggaran sebesar Rp 7 triliun yang akan difokuskan pada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat pembangunan. Sedangkan Padat Karya dipastikan aman.

“Tapi yang sifatnya pembangunan atau desainnya yang belum siap, juga akan kami tunda sekalian. tutup Hedy.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN