Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan infrastruktur Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono

Pembangunan infrastruktur Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono

Pembangunan Koridor Tol Ngawi - Kertosono Berpotensi Dorong Perekonomian

Senin, 19 Oktober 2020 | 22:57 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting mendorong pertumbuhan perekonomian daerah termasuk di Provinsi Jawa Timur. Infrastruktur seperti Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono dan dinilai telah berkontribusi terhadap peningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya di Kabupaten Nganjuk.

Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono sepanjang 87 Km sebagai bagian dari ruas Tol Trans Jawa memiliki peran pada peningkatan potensi daerah di Kabupaten Nganjuk, terutama sektor ekonomi kerakyatan dan pariwisata lokal serta memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan.

Menteri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan terbangunnya Tol Trans Jawa bermanfaat tidak saja sebagai jalur penghubung transportasi antarkota, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan kawasan-kawasan industri yang sekarang muncul seperti di Ngawi dan Nganjuk serta dapat mendukung akses menuju destinasi pariwisata.

Pembangunan infrastruktur Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono
Pembangunan infrastruktur Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono

"Tol Trans Jawa akan memangkas biaya angkutan logistik dan mengurangi waktu tempuh pengiriman barang (delivery time). Dengan kepastian waktu tempuh, investor dapat membuat perhitungan rencana bisnis lebih matang. Sehingga lapangan kerja pun terbuka di sekitar pusat perindustrian di setiap daerah,” papar Basuki dalam keterangannya yang diterima Investor Daily, Senin (19/10).

Berdasarkan data Kementerian PUPR, Tol Ngawi-Kertosono selesai dibangun pada 2018 dengan 5 Gerbang Tol (GT) yakni GT Ngawi KM 579), GT Madiun KM 603, GT Caruban KM 611, GT Nganjuk KM 647, dan GT Bandar KM 672. Tol ini dilengkapi 3 Simpang Susun (SS) yang terkoneksi dengan wilayah yang dilalui seperti SS Madiun, SS Caruban, dan SS Nganjuk.

Pada Ruas Tol Ngawi-Kertosono terdapat 2 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP)/rest area yakni TIP Km 597 (B) dan TIP Km 626 (A) yang dapat mendukung promosi produk lokal daerah yang dilalui jalan tol.

PUPR mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) PUPR No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan Pada Jalan Tol yang mengatur fasilitas yang harus tersedia di TIP. Sekaligus mendorong pengelola TIP untuk memenuhi komposisi minimal 70% pengusaha dengan brand dan produk lokal yang mengisi area komersial TIP.

Infrastruktur lain yang juga bermanfaat untuk mendorong potensi Kabupaten Nganjuk adalah pembangunan Bendungan Semantok berkapasitas tampung 32, 6 juta m3.

Pembangunan infrastruktur Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono
Pembangunan infrastruktur Jalan Tol Ruas Ngawi- Kertosono

Bendungan ini dibangun untuk mendistribusikan air saat musim kemarau agar tidak terjadi kekeringan pada areal persawahan sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian atau intensitas panen di Kabupaten Nganjuk.

Di samping itu, kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Pekerjaan konstruksi Bendungan Semantok dilaksanakan dari tahun 2017 - 2022, terdiri dari 2 Paket pekerjaan.

Paket 1 dikerjakan kontraktor PT Brantas Abipraya – PT. Pelita KSO dengan anggaran sebesar Rp 939 miliar meliputi tubuh bendungan bagian kiri, intake ngomben, bangunan fasilitas, instrumentasi,dan jalan masuk.

Sedangkan Paket 2 dikerjakan kontraktor pelaksana PT Hutama Karya – PT. Bangun Nusa, KSO dengan anggaran sebesar Rp 876 miliar meliputi tubuh bendungan bagian kanan, pengelak, intake, pelimpah, dan instrumentasi. Seluruh konstruksi bendungan tersebut akan rampung pada tahun 2022.

"Ketersediaan sejumlah infrastruktur yang andal akan meningkatkan produktivitas perekonomian daerah dan  mengoptimalkan potensi lokal sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," tutup Basuki.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN