Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Pembentukan Pansus Bisa Hambat Penyelesaian Jiwasraya

Selasa, 14 Januari 2020 | 11:40 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengingatkan, rencana pembentukan panitia khusus (pansus) Jiwasraya oleh DPR akan menganggu proses penyelamatan Jiwasraya.

Sebab, proses penyelesaian Jiwasraya melalui ranah politik dapat membuat investor menunggu dan prosesnya akan berlangsung lebih lama. Sementara itu, Kementerian BUMN juga tengah berupaya mendatangkan investor untuk mengatasi persoalan keuangan di Jiwasraya.

"Seperti kami katakan sebelumnya bahwa untuk pansus,  kita lagi cari investor. Jadi, kalau ada keyakinan investor akan langsung masuk, kalau ada pansus juga silakan. Tapi, kalau misalnya investor menunggu selesainya politik, siapa yang dirugikan? Nasabah," kata dia di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Senin (13/1) malam.  

Arya menyampaikan, jika pansus jadi dibentuk oleh DPR, nasabah akan menunggu lebih lama untuk pengembalian klaim polis. Sebab, mereka harus menunggu hingga penyelesaian Jiwasraya di pansus. 

"Apakah nasabah mau menunggu pansus selesai, atau nasabah mau dananya kembali cepat? Pilihannya seperti itu," ujarnya.

 Di sisi lain, Arya pun mempersilakan keinginan anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade yang mengusulkan adanya pansus dengan jaminan uang nasabah bisa kembali.

Namun, jika adanya pansus justru membuat investor menunggu, Andre diminta mempertanggungjawabkannya ke nasabah.

 "Tadi kan, misalnya Mas Andre yakin mengusulkan pansus uang nasabah bisa dikembalikan dengan cepat, silakan. Tapi kalau ternyata dibuat seperti itu, ternyata terbalik, investor menunggu pansus selesai mungkin, Bang Andre bisa mempertanggungjawabkan ke nasabah," paparnya.

 Arya menegaskan, prioritas utama saat ini adalah mencari cara agar nasabah bisa mendapatkan haknya. Karena itu, DPR dimintanya menunggu sejumlah langkah yang sedang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Jiwasraya.

Di samping itu, ia menegaskan tidak tepat membandingkan kasus Jiwasraya dengan Bank Century. Pasalnya, kasus Century mendapatkan dana talangan dari negara. 

"Jiwasraya ini belum ada dana talangan. Ini lebih kepada persoalan bisnis. Jadi, biarkan kami bekerja, percayakan kami bagaimana mengembalikannya," pungkas Arya.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN