Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penerapan PSBB Jawa-Bali 11 - 25 Januari 2021. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Penerapan PSBB Jawa-Bali 11 - 25 Januari 2021. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Pemberlakuan PSBB Sebagian Jawa-Bali Berdampak ke Ekonomi

Rabu, 6 Januari 2021 | 22:20 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah memutuskan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di seluruh provinsi Jawa dan Bali dari 11 Januari-25 Januari 2021 untuk mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19.

Pembatasan kegiatan masyarakat dinilai akan mempengaruhi kinerja ekonomi. Pasalnya pembatasan mobilitas meliputi pembataan tempat kerja dengan memberlakukan work from home 75% dari total karyawan, aktivitas belajar-mengajar dilakukan secara daring, pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan, hingga jam moda transportasi umum.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemberlakuan mobilitas di bulan ini tentu akan menekan ekonomi, utamanya dari perlambatan sisi konsumsi rumah tangga. Namun, Sri Mulyani menekankan pemerintah sudah memprediksi hal tersebut sebelum kebijakan tersebut kembali dilakukan.

“Tentu saja, kalau kita lihat seperti yang terjadi di April-Mei 2020 waktu terjadi PSBB sangat ketat, ekonomi menurun. Dan waktu kemudian September 2020, DKI Jakarta pengetatan saat kasus naik, kita juga lihat konsumsi terjadi perlambatan lagi,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA, Rabu (6/1).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Kendati begitu, ia mengaku belum mengetahui dampak ekonomi karena pemberlakuan pembatasan mobilitas di tahun ini.

 “Konsekuensi ke pertumbuhan ekonomi nanti kita lihat. Kuartal I-2021 ini kita akan lihat bagaimana dalam perkembangan dua minggu mulai tanggal 11 Januari nanti,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Covid-19 harus dikelola secara luar biasa dengan mengendalikan penyebaran Covid-19. Oleh karena itu kebijakan gas dan rem menjadi sangat penting untuk menekan laju penyebaran covid-19 tetapi juga menggerakan aktivitas ekonomi.

“Makanya istilah gas rem sangat penting, kalau dilihat eskalasi dari kasus yang haruskan kita kembali menerapkan disiplin untuk bisa menurunkan kembali kasusnya. Maka pasti akan ada dampak kepada perekonomian, Tetapi kalau gak dilakukan dan getting worse perekonomian juga akan memburuk,”tuturnya.

Penerapan PSBB Jawa-Bali 11 - 25 Januari 2021. Foto: SP/Joanito De Saojoao
Penerapan PSBB Jawa-Bali 11 - 25 Januari 2021. Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sri Mulyani menekankan masyarakat untuk terus menjaga disiplin protokol kesehatan menjalankan 3M mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker. Dengan begitu harapannya  aktivitas ekonomi masyarakat dapat pulih.

 ““Sehingga jangan sampai dampak ekonominya jadi terlalu dalam, waktu kita harus melakukan pengereman, ini yang betul betul diharapkan semua masyarakat ikut membantu. Kita tahu ini sudah lebih dari 10 bulan-12 bulan, hampir setahun. Kita mungkin agak lena, lelah tapi tidak boleh lengah dan lelah. Kita harus berusaha menjaga dan memperingatkan satu sama lain. Sehingga Covid-19 tetap terkendali dan dampak ekonomi tidak terlalu dalam,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN