Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan bank menghitung uang dolar AS di Bank Mandiri, KCP Bursa Efek Indonesia (BEI)  di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan bank menghitung uang dolar AS di Bank Mandiri, KCP Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembiayaan Utang Capai Rp 223,8 Triliun pada April 2020

Arnoldus Kristianus, Kamis, 21 Mei 2020 | 10:48 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan utang sampai Kamis (30/4) telah mencapai Rp 223,8 triliun.  Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 53,7% dari posisi April 2019. Saat itu posisi utang berada di angka Rp 145,6 triliun.

Dalam Peraturan Presiden 54 Tahun 2020 Pemerintah menargetkan pembiayaan utang pada APBN 2020 sebesar Rp1.006,4 triliun. 

“Selain karena defisit lebih besar kami juga ingin memastikan ketersediaan anggaran untuk belanja yang pasti akan membesar kedepan. Untuk belanja penanganan Covid-19 dengan prioritas kesehatan, bantuan sosial dan untuk stimulus dunia usaha,” ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN Kita Mei 2020 secara virtual pada Rabu (20/5).

Suahasil Nasara.
Suahasil Nazara.

Data APBN Kita menunjukkan realisasi Surat Berharga Negara (SBN) netto berada di angka Rp 231,6 triliun. Nilainya setara 42,1% dari target APBN 2020 sesuai Perpres 54/2020 di angka Rp99,4 triliun. Penerbitan SBN netto ini pun tercatat naik 44,3% dari posisi April 2019 yang masih di kisaran Rp 160,5 triliun. 

Dari posisi itu, Kemenkeu mencatat realisasi pinjaman (netto) mencapai negatif Rp7,8 triliun dari target positif Rp 7 triliun dari Perpres 54/2020. Sementara itu realisasi per April 2019 pinjaman netto mencapai negatif Rp14,9 triliun dari target APBN 2019 negatif Rp 29,7 triliun.

“Neto masih negatif Rp 7,8 triliun Namun ke depan akan kita optimalkan pinjaman supaya membantu pembiayaan anggaran dengan baik,” ucap Suahasil.

Dalam kesempatan yang sama Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman menyatakan, realisasi utang penerbitan SBN (gross) sampai April 2020 mencapai Rp 376,5 triliun. Di saat yang sama pemerintah sudah menarik pinjaman senilai Rp 19,3 triliun.

“Totalnya kurang lebih Rp 395,8 triliun,” ucap Luky.

Mengenai rencana untuk menerbitkan Samurai Bonds Luky mengatakan pemerintah terus melihat kondisi pasar yang ada. Sebab semua penerbitan surat hutang untuk pasar internasional selalu bersifat oportunistik. 

Kami memonitor kondisi market ketika ada kesempatan dan market kondusif maka akan masuk. Kami selalu memantau kondisi market,” ucap Luky.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN