Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Pembiayaan Utang Indonesia Melonjak 132,6%

Minggu, 12 Juli 2020 | 08:23 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com) ,Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembiayaan utang hingga 30 Juni 2020 mencapai Rp 421,5 triliun. Angka itu melonjak 132,6% dari periode yang sama tahun silam yang mencapai Rp 181,2 triliun.

Saat menghadiri rapat dengan Banggar DPR di Jakarta, Kamis (9/7) lalu, Menkeu menyebutkan, naiknya pembiayaan utang terjadi seiring melebarnya defisit APBN 2020 menjadi 6,34% terhadap produk domestik bruto (PDB), atau Rp 1.039,2 triliun.

Dalam APBN 2020, defisit APBN ditetapkan sebesar Rp 307,2 triliun atau 1,76% terhadap PDB. Angka itu kemudian direvisi menjadi Rp 852,9 triliun atau 5,07% terhadap PDB dan diubah lagi menjadi 6,34% terhadap PDB.

Pelebaran defisit merupakan konsekuensi dari meningkatnya biaya penanganan pandemic Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian nasinal. “Realisisi defisit lebih tinggi, sehingga pembiayaan utang juga dilakukan lebih early dan hati-hati untuk mendukung langkah extraordinary menangani Covid-19,” tegas Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan, untuk menutup defisit anggaran tersebut, pemerintah merealisasikan pembiayaan anggaran sebesar Rp 416,2 triliun, terdiri atas pembiayaan utang Rp 421,5 triliun, penerbitan SBN (neto) Rp 430,4 triliun, dan pinjaman (neto) Rp 8,9 triliun.

Sri Mulyani mengakui, pembiayaan utang pemerintah hingga semester I-2020 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pada 2016-2019, nominal pembiayaan utang masing- masing mencapai Rp 278,1 triliun, Rp 207,8 triliun, Rp 180,2 triliun, dan Rp 181,2 triliun. Hingga semester I-2020, kata Menkeu, realisasi defisit anggaran mencapai 1,57% terhadap PDB atau setara Rp 257,8 triliun.

Defisit terjadi karena pendapatan negara hanya terealisasi Rp 811,2 triliun, padahal belanja negara mencapai Rp 1.068,9 triliun. (az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN