Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi eFishery. (ist)

Ilustrasi eFishery. (ist)

Pembudidaya Ikan Ini Cuan Gede, setelah Pakai Teknologi eFishery

Jumat, 5 November 2021 | 15:00 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id Platform akuakultur eFishery berkomitmen terus tumbuh bersama pembudidaya ikan di Indonesia, dengan selalu menghadirkan teknologi dan inovasi terbaru dan mumpuni. Teknologi itu bisa untuk digunakan para pembudidaya untuk memperluas usaha.

Salah satu kelompok yang digandeng eFishery adalah pembudidaya Balong Sewu, Cirebon, Jawa Barat. Sebanyak 20 lebih pembudidaya ikan Balong Sewu masuk ekosistem akuakultur yang telah dibangun selama delapan tahun ini. Hasilnya, mereka cuan besar, setelah memakai eFishery.

“Misi kami adalah untuk memberi makan dunia melalui akuakultur, menjadikan akuakultur sebagai sumber protein hewani terbesar. Mimpi besar untuk menjaga kualitas pangan dan mengurangi kelaparan tentunya hanya dapat kami realisasikan jika kami tumbuh bersama dengan para pembudidaya,” ujar co-founder dan Chief of Staff eFishery Chrisna Aditya, Jumat (5/11/2021).

Menurut dia, eFishery terus mengembangkan inovasi dalam membantu para pembudidaya ikan dan udang di Indonesia. Hingga kini, produk dan layanan eFishery telah menjangkau 70 ribu kolam di seluruh Indonesia dan meningkatkan pendapatan pembudidaya hingga 45%.

“Kami ingin menciptakan ekosistem yang inklusif, sehingga siapa saja, termasuk pembudidaya milenial dapat sukses berbudidaya dengan dukungan yang diberikan oleh eFishery,” kata dia.

Chrisna menjelaskan, industri akuakultur dapat berkembang pesat, ketimbang sektor makanan berbasis hewani lainnya. Dari data yang dihimpun, laju tangkapan ikan laut cenderung stagnan, dengan pertumbuhan 3%. Di sisi lain, sektor akuakultur tumbuh 21% selama enam tahun terakhir, sehingga prospek industri ini cerah. “Saat ini, sudah 20 ribu lebih pembudidaya yang menjadi bagian dari eFishery sejak delapan tahun berdiri,” kata dia.

Dia menambahkan, saat ini, ada tiga lebih juta pembudidaya ikan tersebar di seluruh Indonesia. Melihat potensi yang cukup besar ini, eFishery secara konsisten melahirkan berbagai terobosan yang mampu mengakselerasi pertumbuhan industri akuakultur, seperti menciptakan aplikasi eFisheryKu. Platform ini dirancang khusus untuk mempermudah aktivitas budidaya ikan, mulai dari awal hingga akhir proses budidaya. Aplikasi ini menyediakan berbagai kebutuhan para pembudidaya, mulai dari akses terhadap pembelian pakan, penjualan ikan, hingga pengajuan permodalan

Salat satu pembudidaya milenial yang memakai teknologi eFishery adalah Jimat Ali Santoso, anggota kelompok Balong Sewu, Cirebon, Jawa Barat. Dia menggunakan teknologi eFishery selama lebih dari satu tahun. Hasilnya, produksi lele Jimat meningkat.

“Saya sudah mengerjakan lahan ini sejak 2019. Saya pertama mengenal eFishery tahun lalu, kemudian saya mulai mencoba menggunakan eFisheryFeeder. Setelah satu tahun ini bekerja dengan teknologi eFisheryFeeder, hasil panen yang hanya berkisar 800 kilogram per kolam kini meningkat menjadi 2-2,5 ton per bulan,” kata dia.

Selain teknologi eFisheryFeeder, Jimat sekarang menggunakan layanan Kabayan (Kasih, Bayar Nanti). “Jadi saya bisa beli pakan sekarang dan bayarnya nanti setelah saya panen. Prosesnya mudah dan praktis, hanya melalui aplikasi eFisheryKu,” tegas Jimat.

Jimat menerangkan, awal mula membentuk bisnis budidaya ikan, dia kesulitan modal dan kekurangan pakan, sehingga hasil dari budidaya tidak maksimal. Namun, setelah bekerja sama dengan eFishery, pertumbuhan usaha budidaya ikan Jimat berkembang pesat dan perekonomian keluarga lebih baik.

Alhamdulillah, sekarang saya bisa memperluas lahan bisnis budidaya ikan lele hingga tujuh kolam,” kata Jimat.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN