Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
World Economic Forum (WEF). Foto: dw.com

World Economic Forum (WEF). Foto: dw.com

Pemerintah akan Perbaiki Kebijakan Anggaran untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Arnoldus Kristianus, Jumat, 11 Oktober 2019 | 23:58 WIB

TANGERANG, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya akan memperhatikan sejumlah faktor guna mendorong meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 dianggarkan sebesar Rp 508 Triliun.

“Kita semua tahu untuk memperbaiki pendidikan itkda mungkin berjalan hanya mungkin dalam satu tahun.,” ucap Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Tanjung Pasir, Tangerang, Jumat (11/10).

Dalam laporan World Economic Forum (WEF) yang bertajuk The Global Competitiveness (GCI) Report 2019 disebutkan peringkat daya saing Indonesia turun lima peringkat pada 2019, yakni di posisi 50 dari semula di urutan 45 pada 2018. Indonesia hanya berhasil mengantongi skor 64,6, turun tipis 0,3 dari tahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (sumber: www.kemenkeu.go.id)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (sumber: www.kemenkeu.go.id)

Kebijakan fiskal akan dioptimalkan untuk mendorong peningkatan kualitas SDM. Selain lewat anggaran ada sejumlah hal yang dilakukan.   Insentif fiskal akan diberikan ke daerah agar  pemerintah daerah semakin baik dalam menjalankan proram peningkatan SDM. Fungksi pendidikan dijalankan oleh pemerintah daerah.

“Kami akan terus membantu apa yang dibutuhkan karena sering muncul pertanyaan dengan anggaran yang besar mengapa kita tidak mendapatkan hasil yang lebih baik,” ucap Sri Mulyani.

Ia mengatakan SDM yang dimiliki Indonesia mayoritas hanya lulusan SD dan SMP. Perbaikan akan dilakukan di sejumlah lini baik di kurikulum proses belajar mengajar, guru sampai penggunaan anggaran.

Pemerintah juga akan terus memberikan insentif kepada daerah agar mereka bisa semakin baik di dalam mendongkrak pendidikan. Sebab, anggaran pendidikan itu dieksekusi oleh pemerintah daerah.

“Untuk jangka pendek yang bersifat quick win yield juga perlu dilakukan  training. Namun kalau bicara lebih dari 100 juta angkatan kerja di Indonesia. Maka penanganan lebih kepada jangka menengah panjang. Oleh karenai itu program pendidikan dan pelatihan perlu ditingkatkan,” ucap Sri Mulyani.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA