Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teten Masduki saat mengunjungi UMKM. Foto: Humas Kemenkop dan UKM

Teten Masduki saat mengunjungi UMKM. Foto: Humas Kemenkop dan UKM

Pemerintah akan Perbaiki Tata Niaga Produk UMKM

Jumat, 7 Agustus 2020 | 13:07 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan membenahi tata niaga produk UMKM di seluruh Indonesia. Produk UMKM akan langsung dihubungkan dengan pasar. Oleh karena itu proses digitalisasi UMKM dipercepat karena tren market demand saat ini ada di marketplace online.

"Kalau sudah digitalisasi, maka akan terhubung dengan pasar yang sangat luas. Bahkan, bisa lebih mudah mengakses ke pembiayaan", ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (7/8).

Ia menekankan produsen UMKM  yang sudah terhubung dengan pasar online harus respon dengan cepat setiap permintaan. Selain itu, kapasitas produksi harus mampu memenuhi permintaan konsumen. "Permintaan di marketplace itu besar. Kita harus siapkan kapasitas produksinya agar mampu mencukupi permintaan,"ucap Teten.

Meengenai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), selain restrukturisasi kredit, subsidi bunga, subsidi pajak, dan pembiayaan baru, pemerintah juga akan merilis program tambahan berupa bantuan sosial (bansos) produktif. Bansos itu diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan.

“Program akan menyasar 12 juta pelaku usaha yang masing-masing mendapat hibah modal sebesar Rp2,4 juta. Saya minta dinas setempat mendata mereka by name by address," ujar Teten.

Teten menuturkan akan terus meningkatkan program revitalisasi pasar tradisional di seluruh Indonesia. Sejak 2003 hingga 2019, sudah ada 831 pasar tradisional yang  dibantu pembangunannya Ia mengajak para pedagang agar  bergabung dengan  wadah koperasi yang sudah ada. Bila membutuhkan tambahan modal bisa melalui koperasi. Pihak Kemenkop UKM akan menyalurkan dana melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM ke koperasi

“Nanti, koperasinya yang akan kita bantu melalui dana bergulir dari LPDB KUMKM", pungkas Teten.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN