Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu rest area di jalan tol. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Salah satu rest area di jalan tol. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Pemerintah akan Terbitkan Aturan Baru soal Rest Area Tol

Sabtu, 7 September 2019 | 13:56 WIB

BANDUNG, investor.id – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berharap peraturan menteri (permen) yang mengatur empat kategori tambahan tempat istirahat (rest area) di jalan tol dapat terbit pada tahun ini.

“Untuk empat tambahan tadi yakni rest area destinasi, kawasan transit antarmoda, logistik hub, kawasan terintegrasi dengan industri, itu masih menunggu peraturan menterinya. Harapan kami peraturan menterinya tahun ini selesai dan kami juga berharap tahun depan sudah memulai perencanaannya serta menarik minat dari investor untuk mengembangkan hal tersebut dan bisa kita tingkatkan,” ujar Kepala BPJT Danang Parikesit di Bandung, belum lama ini.

Danang menjelaskan, tambahan empat kategori rest area tersebut sebetulnya menjawab pertanyaan soal dampak jalan tol bagi masyarakat lokal. BPJT juga telah berdiskusi dengan asosiasi pengelola rest area seluruh indonesia dan asosiasi tersebut menginginkan ekonomi lokal itu bukan sebagai UKM semata, tetapi dapat ditingkatkan menjadi merek lokal yang mewakili daerah tersebut.

“Kalau UKM-UKM itu bisa ditingkatkan dan dikemas menjadi brand lokal yang menjadi ciri khas daerah tersebut, seperti ayam goreng khas Jawa Tengah, ini sebetulnya akan lebih bermanfaat, karena tidak hanya akan meningkatkan kualitas dari para pelaku ekonomi namun juga meningkatkan brand dari kawasan tersebut,” kata Danang, seperti dilansir Antara.

Terkait mengenai luas minimum untuk masing-masing empat kategori tambahan rest area itu, BPJT masih menunggu masukan dari semua pihak.

“Masih sangat bervariasi, kami masih memformulasikan dengan empat kategori tambahan itu apa saja,” ujarnya.

Menurut dia, untuk kawasan intermoda dan logistik hub, BPJT akan menunggu masukan dari pihak Kementerian Perhubungan. Sedangkan untuk rest area destinasi wisata menunggu masukan dari Kementerian Pariwisata.

Danang menambahkan, luas rest area dalam peraturan menteri sebelumnya adalah enam hektare. Nantinya dengan akan terbitnya peraturan menteri baru yang mengatur empat kategori tambahan rest area, maka luas minimumnya akan ditingkatkan.

“Misalnya rest area dengan kawasan industry minimal sekurang-kurangnya 1.000 hektare,” jelasnya.

Di sisi lain, Danang mengatakan, kehadiran jalan tol berperan penting terhadap pergerakan arus transportasi di Indonesia. Selain dapat mengurai kepadatan lalu lintas, jalan tol juga berfungsi menghubungkan ke setiap fasilitas layanan public bagi masyarakat.

“Jalan tol yang dapat tersambung ke setiap akses menuju bandara, pelabuhan, menjadi hal yang cukup penting dalam memangkas waktu perjalanan agar lebih cepat. Seperti saat dibangunnya Makassar New Port, ketika nantinya dihubungkan ke akses jaringan jalan tol dapat menempuh waktu hanya sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan,” kata Danang. (ean)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN