Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu armada pesawat LCC Citilink. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Salah satu armada pesawat LCC Citilink. Foto: Investor Daily/Gora Kunjana

Pemerintah akan Terbitkan Aturan Baru soal Tiket Pesawat

Arnoldus Kristianus, Senin, 5 Agustus 2019 | 13:45 WIB

JAKARTA, investor.id – Pemerintah akan mengeluarkan aturan baru terkait penghapusan kebijakan diskon tarif pesawat berbiaya murah (low cost carrier/LCC) pada jam dan hari tertentu. Saat ini penerbangan murah hanya tersedia pada Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 10.00-14.00 waktu setempat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dalam aturan baru pemerintah akan melakukan deregulasi mengenai detail-detail industri penerbangan. Khususnya aspek-aspek yang menyebabkan kenaikan harga tiket pesawat sejak awal tahun akan dikaji kembali.

Alasan pembuatan aturan baru ini, yaitu kebijakan tiket murah untuk maskapai penerbangan bertarif rendah tidak bisa dilakukan untuk jangka panjang. "Kami sudah mencoba untuk LCC nya yang ini murah. Flight murah hari tertentu Selasa, Kamis, Sabtu, jam tertentu. Kita sudah pelajari dan itu tidak bisa sustainable," ucap Darmin di Jakarta, akhir pekan lalu.

Darmin Nasution. Foto: IST
Darmin Nasution. Foto: IST

Dia melanjutkan, dalam kebijakan baru nantinya, pemerintah tidak akan lagi memberi kompensasi atau insentif baru bagi maskapai. Dia merasa insentif yang saat ini telah ada dan sudah cukup. Menurutnya sulit bagi maskapai untuk menyediakan tiket pesawat murah setiap hari atau seminggu penuh.

"Kalau full seminggu itu, yang sedang kita urusi, nggak bisa. Kalau dengan sekarang, perkiraannya berdarah-darah ini (maskapai) nanti," ucap Darmin.

Pemerintah akan melihat lagi sektor sektor pengeluaran maskapai yang masih bisa dihilangkan. Langkah ini nantinya akan berdampak pada harga tiket terjangkau secara berkesinambungan. "Lebih baik kita benahi kita kurangi berbagai faktor yang sebenarnya masih bisa diturunkan. Masih banyak aspek yang bisa dikaji," ucap Darmin.

Ia mengatakan kenaikan harga tiket terjadi karena dalam kurun waktu empat tahun belakangan tidak ada pembaharuan harga oleh maskapai. Oleh karena itu, kenaikan mulai dilakukan sejak awal tahun. "Artinya meemang betul harga tiket itu naik tinggi, tapi itu karena mereka terlalu sibuk tadinya memperebutkan pasar. Empat tahun dia nggak naik-naik, tiba-tiba (sekarang) naik banyak," ucap Darmin.

Sebelumnya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan dampak dari kenaikan harga tiket pesawat turut memengaruhi berbagai sektor, termasuk pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu pemerintah melakukan sejumlah kebijakan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memberikan insentif untuk industri ini.

Pemerintah sedang merevisi Peraturan Pemerintah (PP) 69 Tahun 2015 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkut Tertentu dan Penyerahan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkut Tertentu yang Tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai. Di dalam revisi tersebut diberikan pembebasan PPN terhadap jasa sewa pesawat yang disewa dari luar negeri.

“Posisi terakhir peraturan pemerintah yang mengatur tentang pemberian insentif PPN tidak dipungut ini akan segera dirilis dalam beberapa hari ke depan. Artinya posisi sudah disetujui Presiden tinggal perlu proses administratif,” ucapnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN