Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Pemerintah Aktif Pantau Ketersediaan Pangan Terkait Penanganan Covid-19

Nasori, Selasa, 17 Maret 2020 | 13:06 WIB

JAKARTA, investor.id Pemerintah secara aktif melakukan pemantauan (monitoring) harga dan pasokan pangan secara rutin setiap minggu. Langkah ini dilakukan dalam rangka antisipasi ketersediaan pasokan pangan pokok untuk menghadapi bencana nasional wabah virus korona baru atau Covid-19.

“Kami akan monitor terus. Pangan tidak boleh kurang, itu arahan Presiden (Jokowi),” ujar Menteri Koordiator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) tingkat menteri yang membahas ketersediaan pasokan bahan pangan pokok bulan Maret - Agustus 2020 di Jakarta, Senin (16/3).

Menurut Airlangga, secara umum telah dibahas posisi stok, pasokan, dan harga 11 komoditas bahan pangan pokok. Ketersediaan dan kebutuhan beberapa bahan pangan pokok utama, terutama komoditas beras, jagung, daging sapi/kerbau, gula, dan bawang putih dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan.

“Stok beras, jagung, daging sapi/kerbau, gula dan bawang putih dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan,” tutur Airlangga sesaat sebelum menutup jalannya rapat.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 3,5 juta ton stok beras yang tersebar di Perum Bulong, penggilingan, dan pedagang. Panen raya diperkirakan terjadi pada Maret, April dan Mei 2020 sehingga pada akhir Mei 2020 akan terdapat stok beras sebesar 7,7 juta ton. Sedangkan stok jagung pada akhir Februari 2020 sebesar 661 ribu ton dan panen bulan Maret diperkirakan mencapai 6,2 juta ton.

Stabilisasi harga gula, kata Airlangga, akan dilaksanakan dengan mendistribusikan gula 20 ribu ton oleh Perum Bulong dengan harga sebesar Rp 10.500/kg. “Selain itu, akan segera direalisasikan penyediaan gula konsumsi sejumlah 150 ribu ton oleh BUMN yang ditugaskan,” papar dia.

 

Impor Daging

Terkait ketersediaan bawang putih, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melaporkan, pihaknya telah menerbitkan tambahan Persetujuan Impor (PI) sebesar 70 ribu ton. Sedangkan untuk stabilisasi harga daging, ia juga akan segera merealisasikan rencana impor daging kerbau sebesar 170 ribu ton dan daging sapi sejumlah 120.000 ton.

Airlangga menegaskan bahwa hasil pembahasan rakortas pangan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait dan akan dilakukan monitoring perkembangannya pada rakortas berikutnya yang dijadwalkan pada akhir minggu ini.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN