Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Pemerintah Andalkan Belanja Negara untuk Dongkrak Perekonomian Kuartal III

Selasa, 7 Juli 2020 | 21:21 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah terus mengupayakan sektor belanja untuk mendongkrak perekonomian domestik di tengah pandemi Covid-19. Bila melihat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan physical distancing yang dijalankan dalam tiga bulan terakhir tentu pertumbuhan ekonomi kuartal II akan terkontraksi.

“Namun yang paling penting adalah (pertumbuhan ekonomi) kuartal ketiga. Diharapkan bisa menjadi positif. Karena kuartal ketiga ini ada beberapa hal yang bisa didorong oleh pemerintah salah satunya belanja K/L (Kementerian/Lembaga) bisa direalisasikan secara lebih baik,” ucap Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam program Special Dialogue yang ditayangkan BeritaSatu TV, Selasa (7/7).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam perbincangannya dengan Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu dalam acara Special Dialogue, Selasa malam (7/7/2020). Sumber: BSTV
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam perbincangannya dengan Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu dalam acara Special Dialogue, Selasa malam (7/7/2020). Sumber: BSTV

Ia mengatakan sejak kuartal kedua pemerintah sudah mulai menggelontorkan dana stimulus melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam program PEN pemerintah akan menyalurkan dana sebesar Rp 300 triliun untuk setiap kuartal. Pemerintah juga barus meluncurkan kredit 

“Sehingga ini diharapkan menjadi faktor pengungkit,” imbuh Airlangga.

Ia mengatakan untuk dua kuartal terakhir tahun ini diharapkan terjadi peningkatan pertumbuhan hingga 5,4% untuk setiap kuartal. Sehingga pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan bisa mencapai 1%. Pihak Kementerian Keuangan sendiri memperkirakan untuk kuartal kedua ini pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi 3,8%

“Oleh karena itu untuk kembali kepada positif maka quarter to quarter ini kita memerlukan kenaikan sebesar 5,4%. Tentunya dengan kenaikan 5,4% ini diharapkan bisa menjadi faktor pengungkit agar di kuartal terakhir pertumbuhan ekonomi tidak turun,” ucap Airlangga.

Pihaknya melihat ada beberapa sektor yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Misalnya pembangunan infrastruktur dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Misalnya dengan meneruskan pembangunan jalan tol

“Karena sektor ini seluruhnya berbasis kepada ekonomi domestik,” ucap Airlangga.

Sektor-sektor yang bisa menjadi pengungkit yang selama pandemi adalah sektor yang tidak tetap tumbuh dalam kondisi pandemi Covid-19.  Misalnya industri makanan minuman, Alat Perlindungan Diri (APD). Serta sektor logistik yang kembali tumbuh positif.

Selain itu sektor potensial lainnya adalah sektor digital yang memilki potensi sebesar US$ 125 miliar hingga tahun 2025. Menurut dia, Indonesia bisa memimpin apabila proses digitalisasi bisa dilakukan secara cepat.

Potensi di negara ASEAN adalah US$ 150 miliar diketahui bahwa Indonesia mempunyai keunggulan di bidang teknologi ini karena beberapa perusahaan Unicorn Indonesia beroperasi juga di Singapura, Vietnam, dan Filipina

“Dengan demikian ini bisa digunakan untuk menggejar pertumbuhan pascapandemi Covid-19,” tutur Airlangga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN