Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: IST

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: IST

Pemerintah Bakal Investigasi Sumber Sampah di Pantai Ancol

Damiana Simanjuntak, Minggu, 18 Agustus 2019 | 19:14 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, bakal menginvestigasi sumber sampah di Pantai Timur Ancol, Jakarta Utara. Hal itu disampaikan di sela kegiatan membersihkan Pantai Timur Ancol, Jakarta Utara, sebagai rangkaian dari Menghadap Laut 2.0 pada hari Minggu, 18 Agustus 2019.

Diikuti ratusan peserta dan relawan berasal dari komunitas BUMN, pelajar, pramuka, masyarakat umum, termasuk anggota sekitar 200 komunitas yang tergabung dalam Pandu Laut Nusantara.

Kegiatan Menghadap 2.0 digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, hasil kerja sama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pandu Laut Nusantara, dan Eco Nusa.

Digelar serentak di 108 titik di seluruh Indonesia, ditambah 5 sungai, dimana Susi memimpin kegiatan dari Pantai Timur Ancol, Jakarta Utara. Didampingi oleh Sekjen KKP Nilanto Perbowo, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Brahmantya Satyamurti Poerwadi, pejabat di lingkungan KKP, dan Ketua Pandu Laut Nusantara Bustar Maitar.

Turut hadir, Duta Besar Panama untuk Indonesia Deborah Ho, Wakil Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Bjornar Hotvedt, Kuasa Usaha Ad-Interim (Chargé d'Affaires/CDA) Polandia Michail Weglarz, Duta Besar Kanada untuk Asean Diedrah Kelly, serta artis seperti Tora Sudiro.

Susi mengatakan, kegiatan Menghadap Laut 2.0 merupakan momen untuk mengkampanyekan kepedulian akan kebersihan dan kesehatan laut. Mengumumkan bahwa perilaku membuang sampah sembarangan dan menggunakan kemasan, terutama plastik, sekali pakai tidak bagus dan tidak boleh lagi dilakukan.

"Ini kegiatan yang sangat luar biasa. Saya mengimbau perusahaan-perusahaan konfeksi yang membuang sampah ke sini, mungkin pikirnya nanti juga kainnya akan sobek-sobek, tapi kan sudah cukup bikin kotor. Kain-kain sisa-sisa konfeksi itu diikat lagi dengan plastik. Plastiknya kan tidak bisa hilang. Laut tidak butuh sampah kita, dikirim lagi balik ke sini. Kelihatannya dibuang ke sini cukup disengaja, seolah-olah ini tempat sampah. Nanti kita investigasi," kata Susi kepada wartawan saat ikut mengumpulkan sampah-sampah di Pantai Timur Ancol, Jakarta Utara, Minggu (18/8).

Ribuan ekor ikan mati di Pantai Ancol, Jakarta Utara diduga tercemar oleh aliran air sungai yang bermuara ke laut. Foto ilustrasi: inspirasibangsa.com
Ribuan ekor ikan mati di Pantai Ancol, Jakarta Utara beberapa waktu lalu diduga tercemar oleh aliran air sungai yang bermuara ke laut. Foto ilustrasi: inspirasibangsa.com

Bersihkan Pantai Timur
Susi mengatakan, akan meminta bantuan kementerian lain dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta agar mengirimkan alat berat untuk membersihkan Pantai Timur Ancol. Pasalnya, sebagian besar gulungan-gulungan sampah kain dan jaring ikan tersebut sudah tertanam dan sulit dicabut tanpa alat bantu.

"Kalau dibersihkan dengan hanya tangan akan sulit. Meski, memang sudah dapat banyak hari ini. Bisa saja ini perusahaan kirim ke sini sampah sisa konfeksi ke sini, atau mungkin sengaja buat ngeruk laut. Kita tidak tahu. Kita akan investigasi," kata Susi.

Susi mengatakan, sebagian perusahaan di Indonesia sebenarnya juga telah sadar dengan kebersihan lingkungan, termasuk laut. Terutama, kata dia, perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, pasti menjaga dan mengelola kebersihan dan kesehatan lingkungan dan laut.

"Mari jaga kesehatan laut. Semua pihak harus berubah, Presiden bilang kita harus berubah. Dan, perubahan itu perlu perubahan. Jangan lagi pakai kemasan plastik sekali pakai, jangan pakai botol minum sekali pakai, dan kantongnya juga kalau bisa dari kain atau rotan. Saya mengimbau, perusahaan yang memasok plastik sekali pakai segera beralih ke bahan lain, atau bahan plastik yang tahan lama (durable). Perilaku bisnis dalam mencari untung bisa diubah. Sekarang tinggal siapa yang mulai, kita atau produsen plastik sekali pakai? Kalau kita boikot nggak pakai kresek kan pabrik kresek juga akan berhenti," kata Susi.

Di sisi lain, Susi mengatakan, kegiatan Menghadap Laut 2.0 bukan hanya sekadar memungut sampah.

"Ini kebangkitan kepedulian masyarakat Indonesia. Hari semua lintas profesi dan komunitas yang mencintai laut Indonesia serentak gotong royong. Presiden bilang membangun infrastruktur dan sumber daya manusia yang unggul. Dimana, sumber daya manusia yang unggul adalah yang sehat dan IQ-nya tinggi. Jadi, harus makan protein. Sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, saya kampanyekan, Ayo Makan Ikan," kata Susi.

Sampah plastik. Foto ilustrasi: infonawacita.com
Sampah plastik. Foto ilustrasi: infonawacita.com

Sampah plastik
Untuk itu, lanjut dia, kesehatan laut harus dijaga agar ikannya tetap banyak supaya dimakan orang Indonesia yang banyak.

"Kita perangi illegal fishing, destructive fishing, dan sampah yang mengotori laut. Kurangi penggunaan kemasan sekali pakai, tularkan ke teman-teman dan sekitar. Bilang, akan ditenggelamkan ibu Susi kalau masih pakai sampah sekali pakai. Pengotor laut dengan sampah sekali pakai, tenggelamkan saja," kata Susi.

Kepada relawan yang ikut kegiatan Menghadap Laut 2.0, Susi menyampaikan apresiasinya.

"Anda keren telah membersihkan sampah. Ayo kurangi plastik sekali pakai untuk tetap keren," kata Susi.

Bustar menambahkan, periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menunjukkan keberhasilan memperkuat kedaulatan atas perikanan laut Indonesia.

"Maka, tidak boleh ada langkah mundur. Memperkuat upaya kita untuk menjaga laut adalah hal mutlak. Kegiatan menghadap laut yang dilakukan setiap tahun adalah upaya membangun kesadaran dan rasa memiliki bagi seluruh bangsa Indonesia terhadap laut kita," kata Bustar.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA