Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani dalam acara Future Financial Festival 2020

Menkeu Sri Mulyani dalam acara Future Financial Festival 2020

Pemerintah Berkomitmen Percepat Belanja Rp 1.475,7 Triliun di Semester II

Kamis, 6 Agustus 2020 | 05:25 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah berkomitmen untuk mempercepat belanja negara sebesar Rp 1.475, 7 triliun pada Semester II.  Langkah ini dilakukan untuk mendorong perekonomian  dan mengakselerasi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Langkah ini diambil seiring capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal II yang turun 5,32% secara yoy. Angka tersebut jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 5,05%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa realisasi belanja negara dalam  APBN akan terus ditingkatkan dengan meningkatkan kemampuan untuk mendorong belanja KL dan daerah. Dari total tersebut, sebanyak Rp 1.171 triliun di antaranya ditujukan untuk belanja pusat. Sedangkan, sisanya dibelanjakan dalam bentuk Transfer ke Daerah (TKD). 

"Ini dalam rangka untuk mendorong perekonomian yang mengalami tekanan cukup besar," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Rabu (5/8).

Ia mengatakan bahwa hingga akhir tahun percepatan belanja akan diperuntukan untuk melindungi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dalam penanganan Covid-19, dan mendorong dunia usaha UMKM dan korporasi dan daerah untuk pulih.

Adapun konsumsi pemerintah pada kuartal II 2020 terkontraksi 6,90%. Penurunan realisasi belanja barang dan jasa dipengaruhi oleh penundaan dan pembatalan kegiatan KL sejak pertengahan Maret akibat Covid-19.

“Beberapa langkah tambahan dilakuan pemeirntah untuk mempercepat belanja pemerintah di kuartal II, BPS merekam bahwa kuartal II belanja pemerintah -6,90%,”tuturnya.

Menurut dia, belanja akan diarahkan terutama untuk mempercepat penyaluran jaring pengaman sosial dalam program PEN yang dianggarkan mencapai Rp 203 triliun.

Bahkan pada Semester II akan ada tambahan bansos mencapai Rp 70,6 triliun untuk empat program. Pertama tambahan bantuan sosial produktif untuk 12 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).  Pada program ini pemerintah menyiapkan anggaran Rp 30 triliun.

Kedua,  pemerintah juga akan menambah bantuan sosial dalam bentuk beras untuk penerima PKH sebanyak 10 juta orang dengan anggaran Rp 4,6 triliun. Kemudian ketiga, Bansos tunai juga akan ditambah sebesar Rp 500 ribu per penerima kartu sembako dengan anggaran Rp 5 triliun.

Dan yang keempat, pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai bagi karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan, dengan anggaran mencapai Rp 31 triliun.

“Pemerintahan juga berikan bantuan gaji bagi mereka yang berpendapatan di bawah Rp5 juta yang sekarang diidentifikasi targetnya yang diperkirakan bisa mencapai 13 juta pekerja anggarannya kira- kira Rp 31 triliun," ujar Menkeu.

Sri Mulyani menjelaskan, berbagai program khususnya belanja bansos  menjadi bagian dari akselerasi pemerintah untuk memperbaiki daya beli masyarakat yang tumbuh negatif 5,51% pada kuartal II (yoy).

“Belanja bansos akan terus dioptimalkan untuk mendukung daya beli masyarakat dan pulihkan ekonomi. Di sisi lain, pemerintah juga akan mendorong belanja Kementerian dan Lembaga untuk dapat ikut mendorong pemerintah mendukung PEN,”tuturnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani memastikan, kebijakan fiskal ini akan dijalankan seiring dengan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) melalui instrumen di bidang moneter, makroprudensial dan dukungan untuk pembiayaan defisit. Selain itu, ada Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjaminan Simpanan yang mengelola dampak tekanan pandemi dari sisi keuangan. Sinergi diperlukan untuk menghadapi situasi yang extraordinary akibat covid.

“Dengan demikian berharap semester II Stabilitas Sistem Keuangan  tetap akan terjaga dan saat yang sama masyarakat tetap terlindungi dan PEN secara bertahap dilakukan tanpa menimbulkan dampak negatif ke penyebaran Covid-19,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN