Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol berkapasitas 7 megawatt (MW) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (doc. Kementerian ESDM)

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol berkapasitas 7 megawatt (MW) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (doc. Kementerian ESDM)

Pemerintah Bidik Investasi Energi Terbarukan US$ 20 Miliar

Retno Ayuningtyas, Kamis, 20 Februari 2020 | 14:47 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan investasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) sekitar US$ 20 miliar hingga 2024. Hal ini memastikan peluang lapangan kerja di sektor energi baru terbarukan akan meningkat.

 

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, nilai investasi tersebut dibutuhkan untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada 2025 nanti. “Jika target US$ 20 miliar terealisasi, maka akan membuka lapangan kerja baru sekaligus bisa mengakselerasi capaian bauran energi,” kata dia dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (19/2).

 

Lebih lanjut, Agung merinci, target investasi energi terbarukan akan terus naik ke depannya. Pada 2020 ini, pemerintah menetapkan target investasi energi hijau US$ 2 miliar. Selanjutnya, investasi ini ditargetkan naik menjadi US$ 4 miliar pada 2021, US$ 5 miliar pada 2022, US$ 4 miliar pada 2023, dan US$ 5 miliar pada 2025.

 

“Kami memperkirakan nilai investasi ini mampu serap tenaga kerja melebihi tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

 

Saat ini, Pemerintah berkomitmen meningkatkan penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan hingga 9.051 megawatt (MW) dalam lima tahun. Rincinya, kapasitas pembangkit energi terbarukan ditargetkan sebesar 687 MW pada 2020, meningkat ke 1.001 MW pada 2021, 1.922 MW pada 2022, 1.778 MW pada 2023, dan 3.664 MW pada 2024 mendatang.

 

Agung mengungkapkan, elektrifikasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) juga masih menjadi fokus utama melalui pemanfaatan energi terbarukan dengan harga yang kompetitif. “Energi lokal setempat bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi pembangkit yang murah dan mudah didapatkan, PLTMH, PLTS, biogas, biomassa, juga potensi-potensi lainnya,” tegas Agung.

 

Langkah lain yang ditempuh Kementerian ESDM untuk meningkatkan investasi dan mendorong lahirnya kesempatan kerja sektor ESDM dilakukan melalui penyederhanaan regulasi, pemanfaatan lahan bekas tambang, hingga peningkatan program biodisel.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN