Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengamat Kelistrikan Okky Setiawan

Pengamat Kelistrikan Okky Setiawan

Pemerintah Diminta Segera Tetapkan Dirut PLN Definitif

Euis Rita Hartati, Jumat, 15 November 2019 | 21:19 WIB

JAKARTA, investor.id- Pemerintah diminta segera menetapkan direktur utama definitif PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang hingga saat ini masih dijabat oleh pejabat sementara, yakni pelaksana tugas (plt). Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan mengganggu investasi di sektor kelistrikan.

“ Sudah terlalu lama posisi Plt. Pemerintah harus segera menetapkan dirut definitif. Kalau Plt, untuk perjanjin atau apapun itu tidak kuat, apalagi jika ada kerja sama dengan luar negeri tu gak bisa. Mereka maunya legalitasnya harus dirut yang dilantik oleh pemerintah, dalam halin kementerian BUMN.'Jadi selama masih Plt, PLN tidak bisa kencang larinya,” kata pengamat kelistrikan Okky Setiawan kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (15/11).

Jika kondisi ini dibiarkan lama, kata Okky, dikhawatirkan akan menghambat investasi dari investor luar negeri yang akan masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai figur dirut yang cocok untuk memimpin PLN, menurut Okky yang terpenting bisa bersinergi dengan pemerintah. “Jangan mencari orang yang kebijakannya berlawanan dengan pemeintah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) hari ini memutuskan mengangkat Sripeni Inten Cahyani sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN. Sripeni menggantikan Djoko Abumanan yang menjadi Plt pada Mei 2019 lalu. Selain menjadi bos PLN sementara, Sripeni juga masih rangkap jabatan sebagai Direktur Pengadaan Strategis I. Keputusan ini berlaku sejak 2 Agustus 2019. Sebelum menjabat sebagai direktur pengadaan strategis I PLN, Inten dikenal sebagai Direktur Utama Indonesia Power. Kursi Direktur Utama PLN sebelumnya diisi oleh Sofyan Basir yang dinonaktifkan akibat kasus dugaan suap di PLTU Riau I. Namun, pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Senin (4/11) lalu, Sofyan Basir divonis bebas. Sofyan dinyatakan tidak terbukti memfasilitasi pemberian suap.

Atas putusan tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, meski dinyatakan tak bersalah, Sofyan tak bisa serta merta menjabat lagi menjadi orang nomor satu di PLN. “Sedangkan pertanyaan mengenai apakah Pak Sofyan akan kembali memimpin PLN, hal ini tergantung kepada keputusan TPA (Tim Penilai Akhir), karena Penentuan Direksi PLN harus melalui TPA,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/11).

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA