Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkop Teten Masduki

Menkop Teten Masduki

Pemerintah Dorong Koperasi Jalankan Integrasi Pembiayaan

Sabtu, 25 Juli 2020 | 22:54 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah mendorong pelaku usaha anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) bisa bergabung dengan jenis koperasi lain seperti koperasi produksi, pengolahan, hingga koperasi pemasaran agar dapat meningkatkan usahanya. Sehinigga ada sinergi baik dari kegiatan produksi sampai pemasaran.

"Saya ingin ada integrasi antara pembiayaan, produksi, pengolahan, hingga pemasaran, dengan berkoperasi", ucap Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, dalam pernyataan resmi yang diterima pada Sabtu (25/7).

Teten mencontohkan di sektor pertanian, harus dilengkapi dengan industri pengolahan. Jadi, koperasi tidak sekadar memberikan pembiayaan saja terhadap UKM yang menjadi anggotanya. Menurutnya petani membutuhkan modal kerja, modal investasi, hingga modal talangan.

“Di sini, koperasi harus bisa menjadi offtaker bagi produk pertanian para petani", ucap Teten.

Pihaknya terus melakukan penataan sehingga, koperasi bisa betul-betul melindungi anggota ketika hasil produk melimpah namun tidak bisa diserap pasar. Misalnya, ketika harga bawang merah jatuh, bisa diolah untuk produk bawang goreng. Koperasi juga harus melindungi anggota dari kekuatan pasar terkait fluktuatif harga. Koperasi memiliki bargaining kuat untuk nego harga. Konsolidasi UMKM bisa dijalankan melalui koperasi.

"Masyarakat UMKM butuh pembiayaan yang mudah dan murah. Karena, koperasi bukan sekadar lembaga pembiayaan saja melainkan juga lembaga bisnis, sosial, dan pendidikan", ujar Teten.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Halim menegaskan, pihaknya mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan produk khas masing-masing wilayah di Lampung, seperti beras, udang, perikanan darat, buah-buahan, dan sebagainya.

"Para petani yang sudah tergabung dalam kelompok akan saya dirong untuk berkoperasi. Daya akan mendorong pengembangan koperasi pemasaran di Lampung", ucap Chusnunia.

Ketua Pengurus KSP Kopdit Mekar Sai Antonius Suharyono Daud menjelaskan, pihaknya terus menggelontorkan pembiayaan sektor pertanian untuk menjadikan petani menjadi seorang agripreneur. Sehingga, mampu menciptakan benih dan produk pertanian berkualitas.

"Di lapangan, kita terus melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendidikan. Kita membantu masyarakat untuk sadar memiliki cita-cita finansial yang baik", ucap Suharyono.

Ia mengatakan aset Kopdit Mekar Sai sudah mencapai Rp571,47 miliar. Selain itu, Suharyono juga menyebutkan, koperasi dan para anggotanya sudah bisa melakukan transaksi atau pembayaran melalui sistem digital.  "Pemasaran produk para anggota juga sudah online", kata Suharyono.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN