Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Masuk ke Global Halal Value Chain

Selasa, 20 Oktober 2020 | 11:32 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar berperan serta dalam rangkai pasok industri halal global (global halal value chain). upaya ini dilakukan dengan menjalankan berbagai kebijakan seperti penyederhanaan dan percepatan proses perizinan, dan memfasilitasi biaya sertifikasi halal bagi UMKM.

"Hal ini dilakukan selain untuk mendorong pengembangan UMKM yang berbasis Syariah, kita juga ingin menjadikan industri halal Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta sekaligus menjadi pemain global,"ucap Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam acara Peluncuran Program Digitalisasi Pemasaran dan manajemen Produk Halal Bagi UMKM yang berlangsung secara virtual, Selasa (20/10).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki dalam acara Peluncuran Program Digitalisasi Pemasaran dan manajemen Produk Halal Bagi UMKM yang berlangsung secara virtual, Selasa (20/10).
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki dalam acara Peluncuran Program Digitalisasi Pemasaran dan manajemen Produk Halal Bagi UMKM yang berlangsung secara virtual, Selasa (20/10).

Ia mengatakan Indonesia saat ini masih menjadi bagian dari konsumen produk halal. Pada tahun 2018, Indonesia telah membelanjakan US$ 214 miliar khusus untuk produk makanan dan minuman halal, atau mencapai 10% dari pangsa produk halal dunia, dan merupakan konsumen terbesar dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya.

"Visi pengembangan industri halal Indonesia adalah selain untuk mengisi kebutuhan domestik yang sangat besar, juga untuk memperluas peran dalam perdagangan produk halal global," ucapnya.

Pasar global memiliki potensi yang sangat besar. Pada tahun 2017, produk pasar halal dunia mencapai US$ 2,1 triliun dan akan berkembang terus menjadi US$ 3 triliun pada tahun 2023. 

Lebih lanjut Ma’ruf mengatakan pemerintah harus memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor  Indonesia yang saat ini baru berkisar 3,8% dari total pasar halal dunia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan meningkatkan peran UMKM.

Pengembangan UMKM juga termasuk dalam prioritas pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah yang difokuskan kepada empat hal yaitu: Pengembangan dan perluasan industri produk halal; Keuangan Syariah; Dana sosial Syariah; dan kegiatan usaha Syariah. Khusus untuk pelaku usaha mikro dan kecil pengembangan dilakukan melalui penguatan peran Institusi Keuangan Mikro Syariah serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha dengan memperkuat kapasitas pelaku usaha bisnis syariah skala mikro dan kecil.

"Selain itu, pengembangan dana sosial Syariah juga akan didorong sebagai instrumen untuk membantu penciptaan usaha-usaha syariah baru," ucapnya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan dari kajian yang dilakukan  pada 2014-2019 menunjukan  UMKM yang mendapatkan sertifikasi halal, omzet usahanya rata-rata naik sebesar 8,53%. Sertifikasi halal ini dibutuhkan dan direspon dengan baik oleh masyarakat. Pihak Kementerian Koperasi dan UKM juga memberikan pendampingan dalam bentuk memberikan edukasi manajemen produk halal maupun pendaftarannya.

“Kami juga punya berbagai program pelatihan di 71 pusat layanan usaha terpadu di berbagai kabupaten kota,” ucap Teten dalam kesempatan yang sama.

Percepatan dan perluasan akses UMKM dalam sertifikasi halal, membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurut Teten, pelatihan digital pemasaran dan manajemen produk halal bagi seribu UMKM ini adalah bentuk kolaborasi nyata untuk memperkuat UMKM di tanah air. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi UMKM akan pentingnya sertifikasi halal.

”Tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri,  jadi saatnya sekarang bekerja sama bukan sekadar bersama-sama kerja,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN