Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wapres Maruf Amin. Sumber: BSTV

Wapres Maruf Amin. Sumber: BSTV

Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Kreatif dan Beradaptasi Hadapi Pandemi Covid-19

Senin, 13 Juli 2020 | 12:21 WIB
Arnold Kristianus

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 terkontraksi 3,8% akibat adanya pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dan kreatif agar perekonomian tetap berjalan, tetapi di sisi lain upaya penanganan kesehatan untuk mengendalikan pandemi juga tetap berjalan.

“Dari sisi pelaku ekonomi, agar lebih kreatif dalam menyediakan layanan dan produk yang tepat untuk kepentingan pencegahan Covid-19,” ucap Wakil Presiden  Ma'ruf Amin saat membuka Launching dan Diskusi Buku Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional, Jakarta, Senin (13/7).

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 juga hanya 2,97%. Angka ini jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun 2019. 

"Kini, pemerintah menjalankan fase norma baru atau new normal. Perekonomian kembali dibuka dengan cara melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga upaya penanganan pandemi Covid-19 dari aspek kesehatan dan ekonomi bisa dilakukan secara bersamaan. Inti dari tatanan baru adalah melakukan perubahan, selain perubahan perilaku masyarakat dalam hal kebiasaan menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” ucapnya.

UMKM Ubah Bisnis
Sebelumnya, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM Victoria Simanungkalit mengatakan, ada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bangkrut karena terdampak pandemi Covid-19. Namun,  ada pula sejumlah UMKM yang mampu melakukan perubahan model bisnis.

"Dalam hal ini, UMKM tersebut mengubah produk usaha, bertahan dengan cara memproduksi dan menjual alat-alat kesehatan seperti Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan alat kesehatan lain. Kemenkop UKM optimistis bahwa sektor UMKM akan jadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa sulit. Kami selalu mendukung untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka," ucap Victoria.

Ia mengatakan, antarsesama UMKM juga harus melakukan konsoldasi, agar bisa tetap berproduksi dan memenuhi kebutuhan pasar terhadap alat kesehatan yang meningkat.  “Kalau mereka sendiri-sendiri akan sulit memenuhi permintaan untuk alat kesehatan,” ucapnya. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN