Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Padat Karya Tunai  (PKT) kementerian PUPR

Proyek Padat Karya Tunai (PKT) kementerian PUPR

Pemerintah Dorong Pembangunan Infrastruktur Secara Padat Karya

Rabu, 5 Agustus 2020 | 17:18 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akan mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu upaya untuk menghela pertumbuhan ekonomi domestik. Dalam hal ini pembangunan infrastruktur baik yang Proyek Strategis Nasional maupun non-PS diupayakan untuk dijalankan dalam bentuk proyek padat karya.

“Teman-teman di Kementerian/Lembaga  sudah mencoba untuk menggunakan pola padat karya. Langkah ini menjadi kunci untuk meningkatkan daya beli masyarakat,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo dalam konferensi pers secara virtual pada Rabu (5/8/2020).

Wahyu menuturkan pihakya juga mendorong Kementerian/Lembaga terkait untuk mempercepat pengadaan barang untuk proyek infrastruktur. Sehingga penyerapan anggaran dan pengerjaan proyek infrastruktur bisa segera dilaksanakan.

Pembangunan infrastruktur dijalankan untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga yang akan berefek domino pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Catatan Badan Pusat Statistik menunjukkan konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51%. Di mana sektor ini menjadi penyumbang kontraksi terbesar 2,96%. Pada kuartal II-2020 komponen konsumsi rumah tangga yang penurunannya sangat dalam adalah restoran dan hotel yang terkontraksi 16,53%, serta transportasi dan komunikasi terkontraksi 15,33%.  Komponen pakaian alas kaki dan jasa perawatannya yang terkontraksi 5,13%. Komponen makanan, minuman selain restoran mengalami kontraksi 0,71%.

Sebelumnya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan akan menyalurkan dana desa sebesar Rp 36 triliun untuk menjalankan program Padat Karyat Tunai Desa (PKTD). Dengan penggunaan dana tersebut diproyeksikan mempekerjakan sebanyak 5,2 juta tenaga kerja.  PKTD akan dijalankan untuk mempekerjakan pengangguran, masyarakat miskin, dan kaum marginal di desa.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN