Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. ( Foto: Istimewa )

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. ( Foto: Istimewa )

Pemerintah Dorong Peningkatan Investasi dari Korsel

Senin, 28 September 2020 | 17:51 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA). Salah satu negara yang sedang diupayakan untuk menanamkan investasinya adalah Korea Selatan (Korsel).

“Ini sinyal positif. Indonesia masih dilirik oleh investor di tengah pandemi Covid-19. Jadi, kita harus serius memfasilitasi sampai jadi,” ujar Bahlil, dalam pernyataannya, Senin (28/9).

Sesuai arahan Presiden, lanjut dia, investasi didorong untuk mendukung transformasi ekonomi, terutama yang punya nilai tambah, investasi padat karya yang menciptakan lapangan kerja, dan juga investasi yang memberikan solusi.

Minat investor Korsel pun tercermin dalam data hasil realisasi investasi pada triwulan II (April-Juni) tahun 2020 yang mencapai US$ 552,6 juta, atau melonjak 340% dari total investasi negara tersebut pada triwulan I (Januari-Maret) tahun 2020 senilai US$ 130,4 juta.

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan periode semester I (Januari-Juni) tahun 2020, total realisasi investasi dari Korsel mencapai US$ 683,0 juta, atau meningkat 25% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 dengan nilai investasi US$ 548,4 juta.

Sejak tahun 2015, Korsel menjadi negara asal investasi terbesar ke-7 di Indonesia, setelah Singapura, Jepang, Tiongkok, Hong Kong, Malaysia, dan Belanda. Total investasi Korsel mencapai US$ 7,7 miliar.

Dia juga menjelaskan bahwa BKPM akan berusaha menarik investor Korsel untuk terus berinvestasi di Indonesia, khususnya pada perusahaan dan bidang industri hilirisasi.

“Untuk mendorong realisasi investasi, kami pun bersama Menteri BUMN ke Korea Selatan untuk membahas hilirisasi EV (electric behicle) battery,” ucap Bahlil.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia terus agresif untuk mendatangkan investasi. Dalam situasi penuh tantangan, pemerintah pun harus tetap bersikap optimistis.

"Percayalah, pemerintah terus berusaha. Keberangkatan kami ke Korea Selatan karena memang ada minat serius dari beberapa perusahaan dari sana. Artinya, Indonesia memiliki daya tarik dan kami tindaklanjuti itu," ujar Erick.

Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi (Pusat KOPI) BKPM mencatat, investasi dari Korsel sejak tahun 2016 sampai dengan semester I-2020 didominasi oleh sektor listrik, gas, dan air US$ 944,3 juta.

Selanjutnya, investasi pada industri mesin, elektronik, instrumen medis, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam tangan US$ 902,5 juta, industri kimia dan farmasi US$ 749,6 juta, industri barang kulit dan alas kaki US$ 552,0 juta, serta investasi pada industri lainnya US$ 528,7 juta. 

Berdasarkan lokasinya, investasi Korsel mayoritas berada di pulau Jawa mencapai nilai US$ 4,5 miliar. Kemudian, lokasi lainnya di Kalimantan US$ 1 miliar, Sumatera US$ 372,4 juta, Papua US$ 246,8 juta, dan Maluku US$ 226,3 juta.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN