Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di acara TFI 2019 Majalah Investor di Balai Kartini, Kamis (12/12/2019). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di acara TFI 2019 Majalah Investor di Balai Kartini, Kamis (12/12/2019). Foto: Majalah Investor/UTHAN A RACHIM

Pemerintah Dorong Penyerapan Anggaran pada Awal Tahun

Kamis, 19 Desember 2019 | 11:44 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akan mendorong penyerapan anggaran di awal 2020 agar dapat menstimulus konsumsi masyarakat di desa dan memacu pertumbuhan ekonomi. Diantaranya penyerapan penggunaan dana desa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tantangan di tahun depan terkait penyerapan anggaran yang biasanya cenderung melambat di awal tahun dan mulai meningkat di kuartal III-IV.

Menurut dia, penyerapan anggaran harus dilakukan di awal tahun, pada kuartal pertama dan kedua. Pasalnya, secara natural tingkat belanja pada kuartal I cenderung rendah dan menumpuk pada kuartal ke IV, sehingga secara kualitas dan dampaknya kepada masyarakat menjadi tidak bagus.

"Salah satunya dana desa didorong ke depan dengan (formulasi pencairan) 40% di depan, kemudian kebijakan lain juga akan lempar ke depan. Juga untuk tender (proyek) dapat diarahkan di depan, bahkan kalau perlu bukan Desember," ujar dia usai diskusi Kadin Talks, di Jakarta, Rabu (18/12).

Dihubungi terpisah, Sekjen Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengatakan, langkah percepatan penyaluran dana desa dapat dilakukan dari sisi waktu sesuai dengan arahan Presiden, yakni Januari dana desa harus sudah mulai cair. Kedua dari segi persentase pencairan, kalau sebelumnya 20% pada Januari.

“Nanti kita ubah, di tahapan pertama dan kedua 40%, ketiga 20%. Nah, saat ini polanya di tahapan pertama 20%, tahapan kedua dan ketiga baru 40%,”ujarnya saat dihubungi Investor Daily.

Dengan begitu ia berharap dana desa yang tercairkan pada tahap pertama dapat memberikan stimulan bagi kegiatan ekonomi di tingkat pedesaan.

Pasalnya arahnya dana desa harus digunakan untuk orientasi sistem padat karya, sehingga dapat menyerap tenaga kerja di desa secara signifikan. Sehingga akan memberikan kontribusi bagi penciptaan lapangan pekerjaan.

"Dampak konkritnya penyediaan lapangan kerja akan lebih banyak. Penggangguran akan terkurangi kalau banyak pekerjaan," ujar dia.

Disamping itu, ia menjelaskan bahwa jika penyerapan dilakukan di awal tahun maka aktifitas ekonomi mulai berjalan. Adapun anggaran dana desa tahun depan sebesar Rp 72 triliun.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.121,1 triliun sampai Oktober 2019. Realisasi tersebut baru memenuhi 68,6% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2019 yakni Rp 1.634,3 triliun, lebih lambat dari penyerapan di periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 73,9% dari pagu.

Pertumbuhan realisasi belanja pemerintah pusat hingga Oktober tercatat 4,3% secara year on year (yoy), juga jauh lebih lambat dibandingkan pertumbuhan periode sama tahun lalu yang mencapai 19,6% yoy.

Kemudian untuk realisasi belanja modal hingga Oktober baru mencapai Rp 100,8 triliun atau 53,2% dari pagu yang ditetapkan yaitu Rp 189,3 triliun. Serapan belanja modal bahkan menunjukkan pertumbuhan negatif 6,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat tumbuh 1,2%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA