Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Inpex Masela Ltd menandatangani nota kesepamahan pemanfaatan LNG Proyek Abadi dengan PT PLN (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero). Komitmen pembelian gas diperlukan agar Proyek LNG Abadi, Blok Masela bisa segera mulai konstruksi dan dapat beroperasi pada 2027. (doc PLN)

Inpex Masela Ltd menandatangani nota kesepamahan pemanfaatan LNG Proyek Abadi dengan PT PLN (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero). Komitmen pembelian gas diperlukan agar Proyek LNG Abadi, Blok Masela bisa segera mulai konstruksi dan dapat beroperasi pada 2027. (doc PLN)

Pemerintah Dorong Percepatan Operasi Proyek LNG Abadi

Retno Ayuningtyas, Kamis, 20 Februari 2020 | 11:36 WIB

 

JAKARTA, investor.id  – Pemerintah mendorong agar Proyek Abadi, Blok Masela bisa mulai beroperasi pada 2026, lebih cepat dari rencana pada 2027. Hal ini lantaran pemerintah berharap dapat segera memperoleh tambahan penerimaan negara dari proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) ini.

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, Proyek LNG Abadi ini tetap ditargetkan beroperasi pada 2027. Namun, pihaknya mendorong proyek gas ini beroperasi lebih cepat di 2026, jika memang memungkinkan untuk dilakukan. Hal ini agar negara segera memperoleh penerimaan dari proyek ini.

 

“Kalau bisa 2026, ya 2026 [operasinya], tetapi targetnya di 2027. Ini [percepatan] supaya dapat revenue,” kata dia usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman pembelian gas Proyek Abadi, Rabu (19/2) malam.

 

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menambahkan, pemerintah menginginkan agar tidak ada keterlambatan dalam penyelesaian Proyek Abadi. Untuk itu, pihaknya akan memberikan dukungan penuh kepada Inpex Masela Ltd selaku operator Blok Masela. Apalagi jika proyek ini akan dipercepat sehingga bisa beroperasi di 2026.

 

Menurutnya, sekarang terdapat tiga area Proyek Abadi yang tengah bergulir. Pertama, Inpex tengah menggelar lelang pelaksana pengerjaan desain rinci (front end engineering design/FEED) dan FEED ditargetkan rampung di akhir 2021. Pada saat yang sama, survei untuk analisa dampak lingkungan (Amdal) dan pembebasan lahan masih berjalan. Pembebasan lahan ditargetkan rampung tahun ini.

 

“Kami harapkan FID (final investment decision/keputusan investasi akhir) di akhir 2021, agar proyek bisa selesai di 2026,” jelas Dwi. Sementara konstruksi proyek ditargetkan dapat dimulai pada 2021 dari rencana di 2022.

 

Ditambahkannya, komitmen pembelian gas dibutuhkan agar Proyek Abadi bisa mencapai FID. Pasca FID, Inpex dapat mengerjakan konstruksi proyek ini. Sejauh ini, Inpex baru memperoleh komitmen pembelian gas oleh PT PLN (Persero) 2-3 juta ton per tahun dan PT Pupuk Indonesia (Persero) 150 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).

 

Setidaknya, lanjut Dwi, sekitar 80% dari produksi gas 9,5 juta ton per tahun harus ada komitmen pembelian sehingga FID bisa dicapai. “Masih ada 6,5 juta ton per tahun yang harus dijual ke yang lain. Dengan adanya MoU ini akan jadi pondasi untuk pembeli yang lain yang di Jepang atau negara lain,” jelasnya.

 

Dia juga berharap PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk dapat membeli gas dari Proyek Abadi. Namun, pihaknya memahami PGN perlu mencari konsumen akhir sebelum membeli gas alam cair. Salah satu potensi kebutuhan gas yang dapat dipasok adalah untuk pengembangan kilang PT Pertamina (Persero).

 

“Kami perkirakan nantinya 50:50 untuk komposisi [penjualan LNG] ekspor dan domestik,” ujar dia.

 

CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda mengatakan, penandatanganan MoU pembelian gas dengan PLN dan Pupuk Indonesia merupakan milestone baru Proyek Abadi. Tahun lalu, pihaknya telah memperoleh persetujuan rencana pengembangan (plan of development/POD) dan perpanjangan kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC) Blok Masela hingga 2055 dari Pemerintah Indonesia.

 

Dia mengungkapkan, Proyek Abadi berjalan dengan baik sejak POD disetujui. Saat ini, pihaknya tengah mengerjakan FEED proyek gas ini. “Kami berkomitmen untuk mempercepat proyek ini agar berjalan sesuai dengan jadwal,” tutur Ueda.

 

Setelah FID tercapai, Proyek Abadi akan masuk tahap konstruksi. Pada tahap konstruksi, Inpex harus mengerjakan sejumlah kegiatan, mencakup pembangunan dan pengoperasian sumur gas bawah laut dan konstruksi fasilitas Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF) di lepas pantai Arafura. Selanjutnya, Inpex juga membangun fasilitas produksi, penampungan dan bongkar muat terapung (Floating Production, Storage and Offloading/FPSO), pipa gas bawah laut dari FPSO ke fasilitas penerima gas (Gas Receiving Facility/GRF) di darat, serta kilang LNG di darat.

 

SKK Migas menargetkan Proyak Abadi akan mulai berproduksi pada 2027. Proyek ini diproyeksikan menghasilkan gas sebesar 9,5 juta ton per tahun dalam bentuk LNG dan 150 mmscfd untuk gas pipa.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN