Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Pemerintah Genjot Belanja untuk Capai Target Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I

Selasa, 2 Maret 2021 | 18:32 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Pemerintah terus menggenjot belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Khususnya pemulihan ekonomi nasional dan perlindungan sosial dipercepat untuk menopang sektor konsumsi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan di kisaran 4,5 sampai 5,3% di tahun 2021.

“Karena pemerintah juga fokus untuk mencapai target pertumbuhan minimum di  kuartal 1, kami mempercepat pengeluaran pemerintah, termasuk program perlindungan sosial dan anggaran pemulihan ekonomi,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi virtual, Selasa (2/3).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga 31 Januari 2021 realisasi belanja negara sebesar Rp 145,77 triliun. Angka ini terbai dalam belanja pemerintah pusat sebesar Rp 94,67 triliun sementara itu transfer ke daerah dan dana desa realisasinya mencapai Rp 51,1 triliun.

Adapun alokasi anggaran untuk proram Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 sebesar Rp 699,4 triliun. Sektor kesehatan mendapat alokasi Rp 176,3 triliun. Sektor perlindungan sosial mendapatkan alokasi dana Rp 157,4 triliun. Berikutknya program prioritas untuk sektoral Kementerian/Lemabaga dan Pemerintah Daerah sebesar Rp 125,1 triliun. Pemerintah menganggarkan dukungan untuk UMKM dan korporasi sebesar Rp 186,8 triliun. Sedangkan untuk insentif usaha sebesar Rp 53,9 triliun

Airlangga mengatakan untuk meningkatkan konsumsi domestik pemerintah juga memberikan stimulus kepada UMKM.  Pemerintah bekerja sama dengan  pihak perbankan  untuk mendorong lebih banyak kredit modal kerja bagi dunia usaha. Menurutnya  transmisi dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia  dan suku bunga pinjaman belum sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

“Hal ini merupakan pekerjaan rumah yang masih harus dikerjakan melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) serta sektor perbankan,” ucap Airlangga.

Ia mengatakan jumlah dana pihak ketiga yang juga tercatat naik menjadi 11,11%, terutama di segmen kelas menengah ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa kelas menengah menahan ketidakpastian belanja tetap. Guna menggenjot belanja kelas menengah dan atas, Pemerintah memberikan insentif PPN Barang Mewah (PPnBM) Kendaraan Bermotor dan Insentif PPN untuk Perumahan. Sebab dua sektor ini memberikan dapat menciptakan backward dan forward linkage industri. Dengan adanya insentif tersebut diharapkan juga akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

“Pemerintah melalui berbagai kebijakan terus mengupayakan agar laju penyebaran virus bisa ditekan sehingga kesehatan dan perekonomian kita dapat pulih kembali,” ucap Airlangga.

Menurut Airlangga  perekonomian Indonesia yang didominasi oleh konsumsi domestik menunjukkan tren yang meningkat. Aktivitas manufaktur masih berada pada level ekspansif 50,9 pada Februari 2021, sementara indeks kepercayaan konsumen juga terus membaik.  Selain itu, permintaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus meningkat.

“Hal ini mencerminkan pulihnya tingkat kepercayaan publik. Di saat yang sama, realisasi investasi juga meningkat, mencerminkan persepsi positif investor,” imbuh Airlangga.

Indikator lainnya juga menunjukkan perbaikan, seperti penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar Rupiah, kenaikan harga komoditas, dan surplus neraca perdagangan yang mencapai US$ 21,74 miliar pada tahun 2020 atau tertinggi sejak tahun 2011.

“Berdasarkan perkembangan tersebut, pemulihan ekonomi Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang mampu menurunkan angka kematian sembari mempertahankan kinerja ekonomi yang relatif baik,” ucap Airlangga.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN