Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sampah plastik. Foto ilustrasi: infonawacita.com

Sampah plastik. Foto ilustrasi: infonawacita.com

Pemerintah: Hanya Kantong Kresek yang Dikenai Cukai

Jumat, 12 Juli 2019 | 17:22 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa plastik yang dikenai cukai hanya kantong plastik belanja atau lebih dikenal dengan istilah kantong “kresek”.

"Target kami adalah kantong plastik belanja, bukan kantong gula, bukan juga kantong daging. Ini yang harus diluruskan," kata Kasubdit Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan M. Sutartib di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.

Sutartib mengatakan saat ini sebagian masyarakat masih salah paham mengenai pengenaan cukai tersebut. Mereka menganggap semua jenis plastik, termasuk botol kemasan serta plastik sachet terkena regulasi cukai.

Padahal, kata dia, hanya kantong plastik yang dikenakan cukai, lantaran dampaknya terhadap kerusakan lingkungan yang sangat besar.

Berdasarkan data yang dimiliki Sutartib, disebutkan bahwa 62 persen sampah plastik yang ada di Indonesia merupakan sampah kantong plastik.

"Kenapa bukan botol? Karena kalau botol orang gampang memulungnya. Sedangkan dalam berbagai survei, kantong plastik yang akan dipungut oleh pemulung paling banyak 5 persen, karena malas untuk memungut, karena tipis mungkin juga sudah campur dengan kotoran. Maka kami punya ide, inilah yang perlu kita kendalikan," ucap dia.

Sutartib melanjutkan kantong plastik belanja yang akan dikenakan cukai berjenis Petroleum-base. Nantinya, Pemerintah akan menentukan besaran tarif yang akan dikenakan pada kantong plastik belanja tersebut. Semakin tidak ramah lingkungan, tarif yang dikenakan akan semakin tinggi.

"Jadi intinya tarif paling tinggi yang paling tidak ramah lingkungan. Makin ramah lingkungan itu tarifnya makin kecil. Bisa juga sampai nol persen," ujar dia

Sementara itu Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF Adriyanto mengatakan pengenaan cukai diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi kantong plastik.

"Dengan penerapan ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat yang selama ini banyak mengonsumsi kantong plastik sehingga akhirnya mengurangi konsumsi kantong plastik," ucap dia. (gr)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA