Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Labuan Bajo. Foto: IST

Labuan Bajo. Foto: IST

Pemerintah Kembangkan 3 Kawasan Strategis Nasional di Perbatasan NTT

eva fitriani, Selasa, 18 Juni 2019 | 17:29 WIB

JAKARTA – Pemerintah akan mengembangkan tiga Pusat Kawasan Strategis Nasional (PKSN) untuk mendukung pariwisata di wilayah perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketiga PKSN tersebut adalah Kefamenanu di Kabupaten Tengah Utara, Atambua di Kabupaten Belu, dan Kalabahi di Kabupaten Alor yang selama ini dianggap berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari.

"Dukungan pengembangan kawasan perbatasan difokuskan pada kawasan perbatasan dengan 10 negara tetangga, sebagaimana ditetapkan pada RPJMN 2015-2019 yang meliputi 187 lokasi prioritas, termasuk di dalamnya 92 pulau terluar," kata Kasubbid Strategi dan Prototipe Destinasi Kemenpar (Kemenpar) Mulyanto dalam keterangan resminya, Selasa (18/6).

Untuk kawasan kepulauan NTT, lanjut dia, terdapat 3 KSPN yang masuk ke dalam kriteria kawasan perbatasan, yakni KSPN Wakaibubak-Manupeh Tanah Daru dan daerah sekitarnya, KSPN Alor-Kalabahi dan sekitarnya, dan KSPN Nemberala-Rote Ndao dan sekitarnya yang berbatasan dengan dua negara yaitu Timur Leste dan Australia.

Asdep Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP Agus Irawan menambahkan, pemerintah telah memetakan sejumlah wilayah potensial dalam mengembangkan kawasan perbatasan di NTT. Tercatat, keseluruhan mencakup 88 kecamatan di 12 kabupaten/kota dan ada 3 PKSN (Kefamenabu, Atambua, dan Kalabahi).

“Penyusunan masterplan kawasan ekonomi di perbatasan negara pada 2018 menetapkan bahwa PLBN Motamasin dan WINI menjadi kewenangan BPIW atau Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah PUPR dan PLBN Motaain menjadi kewenangan Bappenas,” kata Agus.

Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Benediktus Wahon menjelaskan, NTT memiliki 443 daerah tujuan wisata (DTW), di antaranya Labuan Bajo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional. “Selain itu ada Resort Nihiwatu yang terpilih sebagai resort terbaik dunia, Pulau Sumba yang merupakan pulau terbaik dunia, dan Taman Nasional Matalawa yang menjadi taman burung spesies langka, dan Alor-Rote yang lokasinya berada di jalur cruise dan yacht,” kata dia.

Dalam upaya Pengembangan Kawasan Pariwisata Khusus Perbatasan NTT, Kemenpar menggelar Workshop yang berlangsung di 13 Juni 2019 di King Star Hotel Atambua, NTT, yang menghadirkan narasumber Azwir Malaon (Ketua Tim Percepatan Kawasan Pariwisata) dan Yani Adriani dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan ITB. Workshop diikuti peserta dari Dinas Pariwisata Provinsi NTT Timu, Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao, PLBN Motaain, Asdep Potensi Kawasan Perbataan Laut BNPP, PLBN Motaain, dan Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belu. Selain itu Asita Kabupaten Belu, Bapelitbang Kabupaten Belu, PHRI Kabupaten Belu, Bea dan Cukai Atambua, Bappeda Kabupaten Sumba Barat, dan Dinas Kominfo Kabupaten Belu.

Workshop menghasilkan sejumlah kesimpulan antara lain Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara (RTR KPN) menjadi landasan dan pedoman perencanaan pembangunan di Kawasan Perbatasan Negara dan Kawasan Pendukung secara terpadu, terarah, dan berkesinambungan. Selain itu dalam rangka mewujudkan kawasan perbatasan sebagai halaman depan negara yang berdaulat, aman, maju, dan sejahtera, perlu ditingkatkan aksesibilitas, sarana dana prasarana sosial dasar, sarana dan prasarana peningkatan nilai tambahan ekonomi yang memadai sesuai karakteristik potensi daerah dan peningkatan kapasitas SDM serta kebijakan alternatif khususnya pada sektor pariwisata.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN