Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi jalan tol. Foto: Ist

Ilustrasi jalan tol. Foto: Ist

Pemerintah Lelang 12 Ruas Tol Senilai Rp 242 Triliun

Senin, 27 Juli 2020 | 11:24 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com) ,Tri Murti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah tahun ini melelang 12 ruas tol sepanjang 668,6 km senilai total Rp 241,88 triliun. Sejalan dengan itu, terdapat empat ruas tol di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi yang siap dioperasikan tahun ini. Sejak 1978 hingga Juli 2020, total panjang ruas tol yang sudah beroperasi di Tanah Air mencapai 2.131,8 km.

Ke-12 ruas tol yang dilelang tahun ini terdiri atas ruas tol Solo-Yogyakarta- New Yogyakarta International Airport (NYIA) sepanjang 93,2 km, Yogyakarta- Bawen 76,4 km, Balikpapan-Panajam Paser Utara 7,9 km, Gedebage-Tasikmalaya- Cilacap 206,6 km, dan Kamal- Teluk-Naga-Rajeg 39,2 km. Ruas tol lainnya yaitu Akses Patimban 37,7 km, Bogor-Serpong via Parung 31,2 km, Sentul Selatan-Karawang Barat 61,5 km, Semanan-Balaraja 32,4 km, Harbour Toll Road Semarang 21,0 km, Cikunir-Karawaci 40,0 km, dan Cikunir-Ulujami 21,5 km.

Adapun empat ruas tol yang bisa dioperasikan tahun ini meliputi ruas tol Balikpapan-Samarinda Seksi 1 dan 5 sepanjang 33 km, Pekanbaru- Dumai 131 km, Manado-Bitung Seksi 1 Manado-Kauditan 21 km, dan Aceh-Sigli 79 km.

Menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, proses tahapan lelang ke-12 ruas tol tersebut mengalami progres yang signifikan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Foto: tsipil.ugm.ac.id
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Foto: tsipil.ugm.ac.id

“Ruas Tol Solo-Yogyakarta progresnya sudah memasukkan dokumen penawaran. Untuk Tol Yogyakar ta-Bawean pekan kedua Agustus mulai memasukkan penawaran, sedangkan Teluk Balikpapan-Penajam Paser Utara sedang menunggu rekomendasi teknis Satgas IKN (Ibu Kota Negara) yang baru,” kata Danang Parikesit kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (24/7).

Danang menjelaskan, khusus untuk Tol Solo-Yogyakarta, pada Oktober 2020 bakal dilakukan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) atau perjanjian konsesi.

“Jadi, setelah itu mereka akan proses untuk pembentukan joint venture (JV) company dan pengadaan lahannya,” ujar dia.

12 ruas tol yang dilelang
12 ruas tol yang dilelang

Di sisi lain, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan, lelang ke-12 ruas tol itu merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan jalan tol. Dia juga menargetkan pengerjaan ruas Tol Yogyakarta-Solo dimulai akhir tahun ini.

“Mudah-mudahan pada September- Oktober 2020 bisa dilakukan penandatangan kontrak,” tutur Menteri Basuki di Jakarta, belum lama ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sumber: BSTV
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Sumber: BSTV

Basuki menambahkan, tahapan lelang Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) juga sudah mengalami perkembangan. “Progresnya sedang prakualifikasi lelang,” ucap dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengemukakan, pembangunan fisik proyek Tol Solo-Yogyakarta dapat dimulai pada November 2020.

“Saya sudah mendapat laporan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk bahwa Yogyakarta sudah siap. Jadi, rencananya ruas yang Solo-Klaten dimulai dari Prambanan. Kalau Jateng sudah lama siapnya, kami sudah menyiapkan semuanya, termasuk penlok (penetapan lokasi),” tandas Ganjar, baru-baru ini.

Gubernur Ganjar Pranowo memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo soal penanganan Covid-19 di Jateng. Sumber: BSTV
Gubernur Ganjar Pranowo. Sumber: BSTV

Kendati demikian, Ganjar mengaku belum mengetahui pasti berapa lama waktu pengerjaan salah satu proyek strategis nasional tersebut.

“Soal rentang waktu kapan selesainya, saya kurang hafal. Kalau tidak salah, dua tahun waktunya,” tutur dia.

Ganjar mengatakan, komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Yogyakarta terkait proyek pembangunan Tol Solo-Yogyakarta berjalan intens.

“Koordinasi kami dengan Yogyakarta sudah intens. Dengan adanya kabar bahwa Yogyakarta sudah siap, menurut saya, lebih bagus. Tinggal segera dilakukan pengerjaan, kami tentu akan memberikan bantuan apabila dibutuhkan,” kata dia.

Menurut Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, proyek pembangunan jalan tol di Kabupaten Garut untuk lintas Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Jawa Barat) hingga Cilacap (Jawa Tengah) sudah mulai memasuki tahap pembebasan lahan di tujuh kecamatan dengan target pengerjaan 2022.

“Proyek tol ini akan dimulai pembebasan tanahnya tahun ini hingga 2021. Pembangunannya dimulai pada 2022,” kata Helmi Budiman di Garut, pekan lalu.

Helmi, seperti dilansir Antara, menjelaskan, pembangunan jalan tol dari Kabupaten Bandung menuju Tasikmalaya merupakan program pemerintah pusat untuk memudahkan akses jalan lebih cepat dan aman. Pemkab Garut, kata dia, mendapatkan informasi bahwa proyek besar itu akan membebaskan tanah di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Kadungora, Leles, Leuwigoong, Banyuresmi, Karangpawitan, Garut Kota, dan Cilawu.

Dia menambahkan, panjang tol wilayah Garut mencapai 37,25 km dengan kebutuhan lahan 475,63 ha atau 3.544 bidang tanah di tujuh kecamatan. Rencananya, khusus di Garut akan dibuat dua gerbang tol, yakni di Kecamatan Banyuresmi dan Kecamatan Cilawu berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya.

“Untuk gerbang tolnya ada dua di Garut, kalau daerah lain hanya satu. Itu tentunya bagus untuk sebaran potensi ekonomi daerah Garut. Itu akan memudahkan akses ke objek-objek wisata dan mempercepat pertumbuhan ekonomi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” papar dia. (az)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN