Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi Anna Nurbani

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi Anna Nurbani

Pemerintah Libatkan Universitas untuk Tingkatkan Partisipasi Generasi Muda dalam Dunia Usaha

Rabu, 28 Juli 2021 | 22:44 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Pemerintah  mendorong generasi muda untuk turut serta berpartisipasi dalam dunia usaha. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi kemitraan bagi pelaku usaha rintisan(startup) berbasis universitas.  Dengan upaya tersebut  startup  dengan ide-ide kreatif dan unik diharapkan dapat bermunculan sebagai kekuatan ekonomi atau bisnis yang memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.

“Sepanjang itu berupa kegiatan usaha yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan dibutuhkan saat ini oleh industri maupun masyarakat.  kami masukan ke inkubator bisnis,” ucap Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi Anna Nurbani dalam acara Webinar UMKM Naik Kelas pada Rabu (28/7).

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 penguatan kewirausahaan, UMKM dan Koperasi masuk ke dalam Agenda I Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan, dengan target indikator rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,9% pada 2024 dan pertumbuhan wirausaha sebesar 4% pada 2024.  Rasio kewirausahaan Indonesia masih rendah di 3,47% atau masih di bawah negara-negara ASEAN seperti Thailand (4,26%), Malaysia (4,74%), dan Singapura (8,76%).

Anna mengatakan pendampingan dilakukan dalam bentuk pelatihan(bootcamp) bagi mahasiswa  yang punya ide bisnis dalam bentuk platform digital maupun konvensional. Saat ini ada lima universitas yang sudah menjadi pilot dalam project, namun Anna tidak menyebutkan secara rinci universitas mana saja yang terlibat. Bila pendampingan model ini berhasil maka akan dilakukan di penambahan universitas yang terlibat.

“Tujuan kami  menaikan skala usaha UMKM dengan memberikan akses ke perusahaan besar sehingga UMKM bisa lebih memberikan efek pengganda ke masyarakat sekitar,” ucap Anna.

Pelaku startup yang bisa mengikuti pelatihan adalah mereka yang memenangi lomba yang diadakan oleh Kementerian Investasi. Dalam pelatihan ini pelaku startup menerima pembelajaran dari para ahli. Setelah itu peserta dihubungkan   dengan inkubator bisnis di Bursa Efek Indonesia  (BEI).

“Kami akan  pertemukan dengan pihak yang menjadi pembiayaan. Bisa jadi dari pasar modal, bisa jadi diperkenalkan dengan investor lain, ini baru akan kami mulai,” kata Anna.

Di dalam universitas  sendiri, saat ini terdapat  inkubator bisnis hampir di setiap universitas yang diharapkan dapat menelurkan usaha rintisan kamu milenial yang mumpuni. Kementerian Investasi memberikan kesempatan kepada pelaku startup dari kalangan mahasiswa maupun alumni, untuk dapat mengembangkan usaha melalui pelaksanaan kemitraan, baik dengan pelaku usaha besar maupun dengan lembaga pembiayaan/keuangan sehingga menghasilkan entrepreneur baru yang mampu bersaing secara global.

“Dari segi tenaga kerja UMKM ini yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Kami berharap dengan meningkatkan skala umkm dapat berkontribusi ke masyarakat sekitar,” ucap Anna.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki

Secara terpisah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap upaya peningkatan jumlah kewirausahaan atau entrepreneurship di Indonesia. Saat ini, Rancangan Perpres Pengembangan Kewirausahaan Nasional (PKN) telah memasuki tahapan final, yaitu proses pengundangan.

“Rancangan Perpres PKN ini diharapkan mendorong akselerasi penciptaan wirausaha baru di Indonesia," ucap Teten dalam Festival Kewirausahaan Astra 2021 pada Rabu (28/7)   

Mantan Kepala Kantor Staf Presiden ini mengatakan  berwirausaha dapat menjadi pilihan strategis bagi para kaum milenial. Selain tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis. Menurutnya, laporan BPS menunjukkan populasi Indonesia terbesar adalah anak muda, masing-masing gen milenial dan gen z karakternya berbeda.

"Proyeksi di 2024, total Gen Milenial, Gen Z, dan Post Gen Z sebanyak 65% atau 174,79 juta orang. Jumlah tersebut dapat menjadi sasaran pembangunan kewirausahaan,"  kata Teten.

Dia menekankan untuk mencapai target rasio kewirausahaan dibutuhkan dukungan seluruh stakeholder bersinergi, berkolaborasi, dan berbagi peran.  35,5% pemuda Indonesia memiliki hasrat besar menjadi pengusaha/wirausaha. Bahkan katanya, berdasarkan Startup Ranking 2020, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah startup terbanyak (2.195 startup). 

"Ketiga poin di atas menjadi modal kuat Indonesia mempersiapkan UKM Masa Depan atau Future SME berbasis kreativitas dan teknologi," tutur Teten.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN