Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi II (PLTU Jawa 8) dengan kapasitas 1000 Mega Watt (MW) di Desa Karangkandri, Slarang dan Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. (doc PLN)

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi II (PLTU Jawa 8) dengan kapasitas 1000 Mega Watt (MW) di Desa Karangkandri, Slarang dan Menganti, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. (doc PLN)

Pemerintah Optimis Investasi Listrik Sentuh US$ 39 Miliar

Retno Ayuningtyas, Kamis, 20 Februari 2020 | 16:02 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis investasi di sektor ketenagalistrikan bisa mencapai US$ 39 miliar pada 2024. Hal ini melihat realisasi investasi di sektor ini terus naik di mana tahun lalu menyentuh US$ 12 miliar, dibandingkan di 2018 sebesar US$ 11,29 miliar.

 

“Pertumbuhan investasi sektor listrik makin lama makin baik. Ini membuat kami yakin mematok angka US$ 39 miliar dalam lima tahun ke depan,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resminya, Kamis (20/2).

 

Dia menjelaskan, perubahan mekanisme pelayanan dari offline ke online menjadi faktor kuat dalam membangun kepercayaan investor listrik. Selain itu, penyederhanaan yang dilakukan Kementerian di sejumlah regulasi kini menjadikan perizinan semakin mudah dilakukan.

 

“Ini bukti keseriusan kami menjadikan sektor ESDM lebih sederhana memangkas waktu perizinan dan tak terlalu birokratis sesuai arahan Presiden Jokowi,” tegas Agung.

 

Pada tahun ini, investasi ketenagalistrikan ditargetkan mencapai US$ 20 miliar, yang tertinggi yang pernah ada. Selanjutnya, investasi di sektor ini diproyeksikan turun menjadi US$ 10 miliar di 2021, US$ 8 miliar di 2022, US$ 7 miliar di 2023, dan menjadi hanya US$ 3 miliar di 2024 nanti.

 

“Tahun 2020 ini memang puncaknya. Ini tak lepas dari penyelesaian Program 35 Ribu Megawatt (MW) yang akan beroperasi penuh pada 2029 nanti,” tutur Agung.

 

Selain megaproyek tersebut, kucuran dana investasi juga ditargetkan akan didapat dari pembangunan transmisi, gardu induk, dan sejumlah proyek ketenagalistrikan strategis lainnya.

 

Agung menekankan, proyeksi investasi ketenagalistrikan US$ 39 miliar ini belum termasuk investasi listrik dari energi terbarukan yang ditargetkan sekitar US$ 20 miliar pada 5 tahun mendatang. “Di 2024, energi terbarukan dikebut guna mendongrak capaian bauran energi. Ini kesempatan bagus bagi investor yang masuk,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN