Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Iskandar Simorangkir. Foto: youtube

Iskandar Simorangkir. Foto: youtube

Pemerintah Optimistis Investasi Membaik di Kuartal Selanjutnya

Kamis, 23 Juli 2020 | 13:11 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir memperkirakan tren investasi Semester II yakni pada periode kuartal III dan IV akan lebih baik, seiring dengan pembukaan aktivitas ekkonomi.

Perkiraan membaiknya investasi ke depan, kata Iskandar seiring dengan adanya pembukaan aktivitas ekonomi sehingga ekonomi mulai ikut menggeliat,  penyaluran program ekonomi nasional dan kinerja APBN yang juga diperkirkan realisasinya akan lebih cepat.

“Triwulan III akan lebih tinggi dari triwulan II , dan triwulan IV akan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III,” tuturnya ketika dihubungi, Rabu (22/7).

Kendati begitu, untuk perkiraan kinerja Semester II justru dinilainya akan tumbuh moderat, dengan harapan tidak terjadinya second wave penyebaran virus.  

Selain adanya pembukaan aktivitas yang menumbuhkan geliat ekonomi, ia  mengatakan bahwa peningkatan investasi jika rancangan undang-undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja atau Omnibus Law selesai pada kuartal III, maka dapat meningkatkan investasi pada kuartal IV.

“Bisa tumbuh lebih tinggi di triwulan IV, jika RUU cipta kerja selesai di triwulan III dan tidak terjadi second wave,”tuturnya.

Adapun hasil realisasi investasi pada kuartal II sebesar Rp191,9 triliun sepanjang kuartal II tahun 2020.  Realisasi ini kontraksi 4,3% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 200,5 triliun dan juga turun 8,9% dari kuartal I/2020.

Menurutnya realisasi investasi pada kuartal II yang anjlok dinilainya wajar, sebab pada periode April hingga Juni pemerintah mulai melakukan pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini pun berdampak pada terhentinya aktivitas ekonomi.

BKPM mencatat sepanjang semester I 2020 periode Januari hingga Juni sebesar Rp 402,6 triliun atau sudah mencapai 49,3% dari target Rp 817,2 triliun sepanjang tahun ini. Realisasi ini tumbuh positif 1,8% secara year on year.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN