Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR

Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR

Pemerintah Perbaiki Jaringan Irigasi untuk Kembangkan Program Food Estate di Kalteng

Jumat, 10 Juli 2020 | 11:16 WIB
Investor Daily

PULANG PISAU, investor.id - Pemerintah akan mulai memperbaiki jaringan irigasi di lahan potensial seluas 165.000 hektare (ha) yang merupakan kawasan aluvial, bukan gambut, pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG).

Penyediaan air dinilai menjadi kunci dari program pengembangan food estate di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Penyediaan air untuk irigasi areal sawah terutama di lahan potensial seluas 165.000 hektare (ha) adalah kunci dari program pengembangan food estate di Provinsi Kalteng," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng.

Setelah memastikan ketersediaan air irigasi, PUPR juga akan melengkapinya dengan teknologi pertaniannya. Untuk itu, lanjut Basuki, PUPR akan lebih dulu fokus pada lahan yang jaringan irigasinya sudah tersedia.

Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR
Lahan yang dijadikan food estate di Kalteng. Foto: PUPR

Sebab ia melihat, jaringan irigasi sudah intensif di masing-masing blok sawah. Walaupun masih ada yang tidak terpelihara sehingga akan diperbaiki dan dibersihkan (land clearing) tanpa perlu mencetak ulang sawah dan menyentuh lahan gambut dan hutan. 

Dari total 165.000 hektare lahan potensial, seluas 85.500 hektare merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya dan 79.500 hektare sisanya berupa semak belukar.

Basuki memperkirakan anggaran yang dibutuhkan khusus untuk peningkatan irigasi sebesar Rp 2.9 triliun di tahun 2021 dan 2022.

Sementara itu, dalam perjalanan menuju lokasi pengembangan lumbung pangan nasional di Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Presiden Joko Widodo bersama Menteri Basuki juga meninjau pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi Rawa Tahai, Kabupaten Pulang Pisau.

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: PUPR
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: PUPR

Menurut Jokowi, lumbung pangan sudah mulai dikerjakan. Dalam dua minggu ini, pemerintah akan mengerjakan irigasinya dan sekitar 30.000 hektar akan ditargetkan dikerjakan tahun ini.

Dalam waktu satu setengah sampai maksimal dua tahun, pemerintah berencana menambah lagi 148.000 ha baik di Kabupaten Pulang Pisau maupun Kabupaten Kapuas. Pengembangan food estate menurut Jokowi merupakan tindak lanjut dari peringatan organisasi pangan dunia (FAO) yang memprediksi akan terjadi krisis pangan.

"Kita harapkan cadangan strategis pangan kita ini betul-betul bisa diatur kalau kebutuhan pangan dalam negeri kekurangan, maka akan disuplai dari sini, entah itu bisa padi, singkong, jagung, atau cabe," kata presiden dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Jumat (10/7). (c01)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN