Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sampah plastik. Foto ilustrasi: infonawacita.com

Sampah plastik. Foto ilustrasi: infonawacita.com

Pemerintah Perlu Benahi Tata Kelola Impor Sampah

Harso Kurniawan, Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:06 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas Nasrullah Zubir meminta pemerintah memperbaiki tata kelola impor sampah dan limbah dengan merilis regulasi tepat sasaran. Alasannya, penanganan pencemaran lingkungan hidup akibat limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan sampah plastik belum optimal. 

"Sebelum membuka impor, pemerintah perlu memaksimalkan potensi sampah yang ada di dalam negeri terlebih dahulu, seperti industri yang membutuhkan limbah sampah plastik, membina pelapak pelapak sampah plastik, sehingga bahan baku industri daur ulang di Indonesia tidak perlu diimpor," jelas Inas Nasrullah Zubir di Jakarta, Rabu (28/8).

Menurut dia, diperlukan penegakan aturan dan pengawasan yang ketat terhadap impor sampah dan limbah. Alasannya, sampah impor yang mengandung limbah beberapa bulan terakhir menjadi isu hangat. Berdasarkan hasil investigasi Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation), masuknya sampah kertas impor sebagai bahan baku kertas juga disertai dengan sampah plastik. Tercatat setidaknya ada 12 pabrik kertas di Jawa Timur yang menggunakan bahan baku kertas bekas impor.

"Jenis dengan kode HS47079000 diduga menjadi jenis sampah yang disusupi sampah plastik, karena merupakan jenis sampah campuran. Hasil investigasi Ecoton juga menunjukkan,, impor sampah kertas juga disusupi oleh kontaminasi sampah rumah tangga, khususnya sampah plastik dengan porsi 35%," kata dia.

Peminat sampah impor juga meningkat pada 2018 lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sampah kertas impor yang masuk Jawa Timur meningkat 35% menjadi 738.665 ton.

“Saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang sampah plastik di laut nomor dua di dunia, yakni 3,2 juta ton per tahun dari total 64 juta ton per tahun sampah plastik. Salah satu dampak dari pembuangan sampah plastik di laut adalah ditemukannya ikan dan garam di beberapa wilayah perairan di Indonesia telah terkontaminasi mikro plastik yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup,” tukas Inas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN