Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Pemerintah Perpanjang Bansos Hingga Desember

Kamis, 6 Agustus 2020 | 04:55 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang penyaluran program bantuan sosial (bansos) hingga akhir tahun untuk mendorong daya beli dan  konsumsi di masyarakat.

Semula bansos hanya akan diberikan selama tiga bulan dan ada yang enam bulan, namun saat ini diputuskan untuk diperpanjang hingga Desember. Kendati begitu untuk jumlah bansos tunai akan dikurangi nilai manfaatnya menjadi Rp 300 ribu per bulan.

“Untuk bantuan tunai dalam hal ini manfaat akan turun dari Rp 600 ribu per bulan jadi Rp 300 ribu bulan akan mulai September hingga Desember,”tuturnya dalam konferensi pers KSSK, Rabu (5/8).

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan pemerintah memberikan tambahan bansos untuk program keluarga harapan (PKH) berupa beras 5 Kg dengan anggaran sebesar Rp4,6 triliun untuk 10 juta masyarakat.

Selain itu, bantuan tunai Rp500 ribu untuk 10 juta dari penerima dengan anggaran Rp5  triliun yang akan  dibayarkan mulai Agustus 2020.

Pemerintah juga menyiapkan bansos produktif untuk 12 juta UMKM, termasuk bagi perusahaan yang sangat kecil, dengan total anggaran Rp30 triliun.

Lebih lanjut pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai bagi karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan, dengan anggaran mencapai Rp 31 triliun.

“Pemerintahan juga berikan bantuan gaji bagi mereka yang berpendapatan di bawah Rp5 juta yang sekarang diidentifilasi targetnya yang diperkirkan bisa mencapai 13 juta pekerja anggarannya kira- kira Rp31 triliun," ujar Sri Mulyani.

Selain itu, ia mengatakan bahwa pemerintah telah memperbaiki program Kartu Prakerja. Saat ini tahap untuk pencairan dana insentif bagi bagi yang peserta sudah mendaftar secara online pada gelombang 1-3 akan segera dilakukan.

PMO Kartu Prakerja juga siap membuka pendaftaran gelombang 4 dalam waktu dekat.

"Kami berharap target peserta sebanyak 5,6 juta bisa segera mendapat manfaat dari program Kartu Prakerja," ucapnya.

Adapun pemerintah menggelontorkan anggaran untuk program pemulihan ekonomi nasional stimulus perlindungan sosial mencapai Rp 203,9 triliun terdiri dari PKH sebesar Rp 37,4 triliun, sembako Rp 43,6 triliun, bansos Jabodetabek Rp 6,8 triliun dan bansos non jabodetabek Rp 32,4 triliun.  Hingga Rabu (5/8) realisasinya sudah mencapai Rp 85,3 triliun.

“Presdien telah melakukan langkah langkah bagi seluruh Kementerian untuk mengakselerasi penggunaan anggaran yang sudah ditetapkan dalam Perpres 72/2020,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN