Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Pemerintah Pertimbangkan Beri Diskon Harga 30% Wisman-Wisnus

Novy Lumanauw, Senin, 17 Februari 2020 | 14:12 WIB

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan untuk memberikan stimulus sebesar 30 - 50% dalam waktu tiga bulan untuk wisatawan manca negara (Wisman), Wisatawan Nusantara (Wisnus) dan biro perjalanan (Travel Agency).

Kebijakan itu ditempuh untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata setelah dilumpuhkan oleh merebaknya Virus Korona, yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

"Saya telah bertemu Menteri Keuangan, kemungkinan -- ini masih dikaji bersama-sama, untuk memberikan diskon atau insentif bagi Wisman yaitu 30% dari tarif riil. Ini belum kita putuskan. Mungkin, kita beri waktu selama 3 bulan ke depan," kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin (17/2).

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah akan mengumumkan kepada publik destinasi mana saja yang akan dikenakan diskon sebesar 30%.

"Nanti juga akan diputuskan untuk destinasi wisata mana saja, termasuk di dalamnya diskon untuk Wisnus yang bisa juga kita beri diskon 30% dan mungkin bisa saja untuk Travel Biro diberi diskon 50%, misalnya. Sehingga betul-betul menggairahkan dunia pariwisata kita yang sekarang baru ada masalah karena Virus Korona," katanya.

Presiden Jokowi mengatakan, Pemerintah Indonesia bertekad untuk meningkatkan indeks kompetitif peringkat pariwisata Indonesia.

Ia menyatakan bahwa peringkat daya saing pariwisata Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index dari tahun ke tahun semakin baik. Pada tahun 2015 peringkat Indonesia berada di urutan ke-50, kemudian pada 2017 naik ke peringkat 42 dan pada tahun 2019 berada di peringkat 40.

"Kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita, misalnya Singapura berada di peringkat 17, Malaysia di peringkat 29, dan Thailand di urutan ke-31. Saya kira ini menjadi catatan kita ke depan dalam rangka memperbaiki Empat Sub Index dan 14 pilar yang menjadi tolok ukur indeks daya saing pariwisata dunia," kata Presiden Jokowi.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki 5 keunggulan kompetitif yang lebih baik dibandingkan dengan negara lain, yaitu yang terkait dengan daya saing harga, prioritas kebijakan, daya tarik alam, keterbukaan, serta daya tarik budaya dan kunjungan bisnis.

Di sisi lain, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia masih lemah dalam 5 pilar lainnya, yaitu di bidang lingkungan yang berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pariwisata.

"Ini yang dalam pembenahan terus kemudian keamanan kemudian yang masih juga masih kurang di kesiapan teknologi informasi. Saya kira catatan-catatan ini harus kita jadikan pedoman dalam bekerja ke depan dengan target-target yang terukur dan jelas," kata presiden Jokowi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN