Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (IST)

Kepala BKF Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu. (IST)

Pemerintah: Pertumbuhan Ekonomi 2020 di Angka 2,3%

Arnoldus Kristianus, Senin, 20 April 2020 | 16:15 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah memperkirakan, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 akan mencapai 2,3%. Hal ini dengan catatan, perekonomian sudah pulih pada kuartal III dan IV. Namun, bila dampak pandemi corona (Covid-19) tidak bisa ditangani dalam waktu cepat, laju perekonomian semakin berat.

“Tahun ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 2,3%. Tetapi, itu skenario berat. Kita juga harus siap dengan skenario sangat berat akan minus sekian persen,” ucap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF) Febrio Kacaribu, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (20/4). 

Ia mengatakan, dengan skenario pertumbuhan ekonomi 2,3%, jumlah pengangguran dan masyarakat miskin akan ada peningkatan. Diperkirakan, ada tambahan 2,9 juta pengangguran dan  5 juta penduduk miskin.

Oleh karena itu, pemerintah akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. “Dalam krisis seperti ini, apalagi sedalam ini, kita harus siap berbagi beban,” tuturnya.

Kalangan perbankan juga diharapkan ikut berpartisipasi. Febrio menilai, likuiditas perbankan dalam jumlah yang cukup banyak hari ini. Oleh karena itu, saat melakukan relaksasi, tidak hanya bersifat menunda dan menambah pokok utang.

Tetapi, perbankan juga diharapkan untuk mengurangi beban dengan cara memberikan diskon bunga utang. “Termasuk kontribusi pengusahanya, kita berbagi beban. Tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah saja, gak akan sanggup,” kata Febrio.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN