Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia 
Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pemerintah Sebut Perang Rusia-Ukraina Dipastikan Tak Pengaruhi Investasi

Rabu, 27 April 2022 | 14:28 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia meyakini, perang Rusia dan Ukraina tidak akan memberikan dampak langsung terhadap realisasi investasi di Indonesia.

Lantaran Rusia tidak menempati urutan ke 10 sebagai negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. Bahkan di kuartal I 2022, Rusia menempati urutan ke 29 dengan nilai investasi US$ 4,8 juta, atau lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rusia menempati posisi 31 dengan nilai investasi US$ 2,9 juta.

Baca juga: Terbaik 10 Tahun Terakhir, Investasi Kuartal I Tumbuh 28,5%

"Dalam konteks investasi saya punya keyakinan kita tidak akan terpengaruh besar karena mereka tidak termasuk dalam negara 10 besar penyumbang investasi di negara kita," kata dia dalam Konferensi Pers, Realisasi Investasi, Rabu (27/4/2022).

Kendati begitu, ia menyebut sejauh ini dampak konflik antara Rusia dan Ukraina ini telah menimbulkan ketidakpastian global yang memberikan efek terhadap perekonomian global, mulai dari kenaikan harga komoditas energi dan pangan hingga lonjakan inflasi di beberapa negara termasuk Indonesia

"Dampak perang antara Ukraina dan Rusia secara ekonomi global itu betul-betul berdampak. Kenapa? Karena untuk energi, minyak dan gas, kontribusi Rusia dan Ukraina hampir 30% dunia, termasuk kita mengimpor bahan baku gandum untuk mi," ungkapnya.

Baca juga: BKPM: Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Dilarang, Keputusan Terbaik dari yang Terjelek!

Dalam konteks investasi, Bahlil menyebut akan ada peluang yang bisa ditangkap dari perang antara kedua negara ini untuk mendorong realisasi investasi di Indonesia. Apalagi hingga kuartal I 2022, realisasi investasi tercatat mencapai Rp282,4 triliun atau tumbuh 28,5 % year on year (yoy).

"Kita punya strategi, ada caranya juga. Jadi dalam dunia usaha itu setiap ada kondisi yang rumit disitu ada peluang, ini tinggal kecerdikan kita dalam memainkan. Tetapi mudah-mudahan perang Ukraina dan Rusia bisa segera berakhir," pungkasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN