Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Ist)

Pemerintah Sesuaikan Pungutan Sawit

Kamis, 29 Oktober 2020 | 12:02 WIB
Tri Listyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah kembali menyesuaikan tariff pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunan yang akan berlaku pada 1 November 2020 untuk mendukung keberlanjutan program mandatori biodiesel B30.

Program B30 harus terus dijalankan dengan tujuan menjaga stabilisasi harga CPO pada level harga minimal US$ 600 per ton untuk menjaga harga tandan buah segar (TBS) petani sawit.

Menko Perekonomian Airlangga Hartar to usai rapat koordinasi Komite Pengarah Badan Pelaksana Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Jakar ta, Selasa (27/10), mengatakan penyesuaian tariff itu sesuai dengan rencana optimalisasi B30.

Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana
Sampel minyak sawit untuk B20, B30, hingga B100. Foto ilustrasi: Investor Daily/Gora Kunjana

Airlangga belum menyebutkan besaran tarif terbaru, karena penentuan besaran tarif masih menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang sedang dirumuskan oleh Menteri Keuangan.

“Selain itu juga untuk mempertahankan surplus neraca perdagangan non migas yang sekitar 12%-nya berasal dari ekspor produk sawit dan turunannya,” kata Airlangga.

Kemudian, tambah dia, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan produksi perkebunan kelapa sawit rakyat dengan mengalokasikan Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk 180 ribu hektare (ha) lahan pada 2021.

“Target luasan lahan tersebut diikuti kenaikan alokasi dana untuk tiap hektare lahan yang ditetapkan, yaitu Rp 30 juta per ha atau naik Rp 5 juta per ha dari sebelumnya Rp 25 juta per ha,” jelas dia.

Dalam rapat itu turut hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrahman. Juga, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PPN/Bappenas, serta pelaku usaha utama industri sawit nasional. (ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN