Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama, dari kiri ke kanan, Wakil KSAD Letjen M. Fachrudin, Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono saat memberikan keterangan pers usai Rakor Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Jakarta, Jumat (4/9/2020).  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama, dari kiri ke kanan, Wakil KSAD Letjen M. Fachrudin, Kepala BNPB Doni Monardo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono saat memberikan keterangan pers usai Rakor Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Jakarta, Jumat (4/9/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 3,3 Triliun untuk DP Vaksin

Sabtu, 5 September 2020 | 01:13 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Pemerintah akan akan membayar uang muka (down payment/DP) untuk kebutuhan produksi vaksin virus corona atau Covid-19 sebesar Rp3,3 triliun tahun ini. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat penanganan pandemi Covid 19.

"Terkait dengan vaksin sudah tersedia dana untuk down payment pada tahun ini sebesar Rp3,3 triliun dan seluruh dana yang disiapkan adalah Rp37 triliun untuk program multiyears," kata Airlangga saat konferensi pers  di kantornya, Jumat (4/9).

Airlangga mengatakan pemerintah sangat fokus untuk menghadirkan vaksin Covid-19 di Indonesia guna mengurangi penyebaran virus yang semakin meningkat setiap harinya.  Tapi recovery rate Indonesia 71,7, ini lebih tinggi dari global dan kasus fatality rate 42%.

Jumlah kasus sebanyak 187,537 kasus, Jumlah Sembuh sebanyak 134,181  kasus (Recovery Rate 71,5%), Jumlah meninggal sebanyak 7,832 kasus (CFR= 4,2%). Recovery Rate Indonesia lebih tinggi daripada global.Jumlah Tes di Indonesia sebanyak 2,3 Juta orang, lebih tinggi dari negara-negara lain, kecuali Italy (8,8 juta orang) dan Chile (2,4 juta orang). Sedangkan Jumlah Tes per 1 juta Penduduk= 8,552 orang.

Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi: DKI= 43.400 (23,6%); Jawa Timur= 34.655 (18,8%); dan Jawa Tengah= 14.670 (8,0%). Provinsi dengan Kesembuhan Tertinggi: Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, dan Gorontalo. Provinsi dengan Kematian Terendah: Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.

Pemerintah akan menangani daerah daerah episentrum penyebaran Covid -19. Bahkan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membuat program Dana Insentif Daerah (DID) apabila daerah-daerah itu terkonversi dari daerah kuning menjadi daerah hijau.

“Hal ini akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Sementara itu Ketua  Satgas PEN Budi Gunadi Sadikin mengatakan selama masih permasalahan kesehatan maka masih terjadi permaslahan ekonomi  Selama rakyat masih merasa takut belum merasa aman sehingga ekonomi tidak bisa berputar.

“Masalah kesehatan  harus selesai baru ekonomi akan otomatis bisa didoorong. Kalau ini belum selesai tugas saya mengganjal supaya  rakyat yang terkena dampaknya paling besar,” ucapnya.

Ia mengatakan anggaran dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional telah terealisasi Rp 190,5 trilliun. Realisasi 190, 5 triliun ini total belanja 4 kelompok yaitu perlindungan sosial; pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah; Sektoral Kementerian/Lembaga dan pembiayaan korporasi Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 695,2 triliun dalam program PEN.

“Progres yang terakhir dalam minggu terakhir seminggu sudah Rp 22,5 triliun kita salurkan. Jadi kita track dulu memang agak lambat tetapi sekarang kita sudah track  dan minggu ini  kita bisa carikan dalam 7 sampai 10 hari itu sekitar Rp 22 triliun,” ucap Budi Gunadi.

Ia mengatakan bila dilihat dengan realisasi pencairan Rp 22,5 per pekan diperkirakan realisasi program PEN dari empat kelompok dalam PEN dapat mencapai Rp 400 triliun hingga akhir tahun 2020. Belanja pemerintah terus didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mencegah resesi.

Total Produk Domestik Bruto /Indonesia dalam satu tahun mencapai Rp 14.500 triliun. Kalau dibagi 4 secara kuartal sekitar  sekitar Rp 3600 triliun per tiga bulan. Sedangkan pada kuartal II 2020 terjadi kontraksi sebesar 5,32%.

“Dari 3.600 triliun kita harus spend Rp 180 triliun dalam 3 bulan. supaya tidak negatif dibandingkan kuartal tahun lalu. Nah itu yang saya lihat targetnya kita kita adalah Juli, Agustus, September kalau bisa Rp 180 triliun. ini yang sedang kami kejar,” ucapnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN