Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi tes dan vaksin Covid-19. ( Foto: AFP )

Ilustrasi tes dan vaksin Covid-19. ( Foto: AFP )

Pemerintah Siapkan Bantuan Vaksin Covid-19 untuk 93 Juta Orang

Rabu, 2 September 2020 | 21:17 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id -- Pemerintah akan menyiapkan program vaksin virus corona (Covid-19) gratis bagi masyarakat. Bantuan akan diberikan kepada 93 juta orang dengan menggunakan basis data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Data BPJS Kesehatan memang ada 93 juta orang yang sangat memerlukan, jadi kita pastikan yang memerlukan, jadi kita memastikan yang membutuhkan harus dibantu oleh program pemerintah," ujar Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Erick Thohir saat konferensi pers, Rabu (2/9).

Selain vaksin melalui program pemerintah, ada juga vaksin mandiri ditujukan bagi masyarakat yang mampu. Sehingga seluruh beban pemberian vaksin tidak akan ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kendati begitu, ia enggan menjelaskan lebih detail kapan bantuan vaksin mulai dilaksanakan dan masih terus dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

“Kemarin sudah disampaikan ke DPR dan pemerintah dan kita harapkan TNI-Polri terus koordinasikan daripada vaksinasi yang akan terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan pemerintah ingin bantuan vaksin yang berdasarkan data BPJS Kesehatan dapat tepat sasaran sehingga dinikmati oleh masyarakat.

Ia mencontohkan bantuan subsidi pemerintah tidak tepat sasaran seperti program-program bantuan pemerintah subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga subsidi listrik.

“Juga bicara pos negara ketika kita bicara subsidi listrik 450-900 VA, kita harapkan jangan salah sasaran, jangan sampai juga seperti subsidi BBM yang dinikmati kalangan yang tidak pantas menerima BBM itu,” tuturnya.

Di depan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Erick mengatakan bahwa perusahaan dapat menyediakan vaksin bagi karyawannya secara mandiri dan tidak perlu meminta vaksin yang bersubsidi. Hal ini juga agar distribusi vaksin lebih merata dan tidak serta merta menjadi beban pemerintah sendiri.

Saat rapat bersama Komisi VI, Jumat (28/8), Erick mengatakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengadaan vaksin Covid-19. Perpres tersebut akan mengatur harga jual vaksin kepada masyarakat. Sebab, perhitungan harga vaksin Covid-19 tidak bisa berdasarkan dosis.

Ia menjelaskan, satu orang harus dilakukan suntik vaksin sebanyak dua kali dengan jeda dalam waktu dua minggu. Oleh karena itu, berdasarkan hitungan harga vaksin akan berkisar di antara US$ 25 sampai US$ 30 per orang. Jika dihitung berdasarkan kurs Rp 14.500 maka harga vaksin akan dijual sebesar Rp 362.500 – Rp 435.000 per orang .

“Perhitungan awal istilahnya bukan per dosis, tapi untuk satu orang. Harganya US$ 25 - US$ 30," ucap Erick dalam video conference, Kamis (27/8).

Kendati begitu, Erick menegaskan bahwa kisaran harga jual vaksin tersebut masih akan terus dihitung oleh PT Bio Farma (Persero), yang tentunya akan disesuaikan dengan harga bahan baku vaksin.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN