Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

ANTISIPASI DAMPAK NEGATIF VIRUS KORONA

Pemerintah Siapkan Insentif bagi Hotel dan Maskapai

Triyan Pangastuti, Rabu, 12 Februari 2020 | 13:59 WIB

BOGOR, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah sedang merumuskan insentif bagi pelaku industri pariwisata guna menangkal dampak negatif meluasnya virus korona terhadap perekonomian domestik. Insentif itu di antaranya akan diberikan kepada industri perhotelan dan maskapai penerbangan.

"Beberapa hal (atau insentif akan kami berikan) seperti subsidi ke penerbangan terutama pariwisata domestik dalam rangka meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata," kata Sri Mulyani usai sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

Ia mengatakan, insentif tersebut masih dikaji oleh pihak Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. "Insentif itu sebagai permintaan dari Presiden Joko Widodo," ujar Sri Mulyani menambahkan.

Menhub Budi Karya Sumadi.
Menhub Budi Karya Sumadi.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, terdapat tiga destinasi pariwisata di Indonesia yang sangat terdampak oleh wabah virus korona yaitu Bali, Bintan, dan Sulawesi Utara. Itu terjadi karena pemerintah menutup penerbangan dari dan ke daratan Tiongkok sejak 5 Februari 2020. Padahal, setiap tahun sebanyak dua juta turis Tiongkok mengunjungi Indonesia.

Budi Karya mengharapkan, insentif tersebut dapat berdampak langsung ke harga tiket di hotel dan maskapai, seperti voucher atau diskon tiket pesawat. "Yang paling efektif adalah bundling (paket) seperti ke penerbangan dan hotel," ujar Budi seperti dikutip Antara.

Negara-negara mitra ekonomi Tiongkok kini mulai mengantisipasi dampak dari meluasnya wabah virus korona.

Menparekraf Wishnutama. Foto: wikipedia
Menparekraf Wishnutama. Foto: wikipedia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio sebelumnya mengatakan, Indonesia berpotensi kehilangan devisa US$ 4 miliar jika rute penerbangan Tiongkok ditutup selama setahun.

Nilai tersebut didapatkan dari jumlah wisatawan asal Tiongkok yang mencapai dua juta orang dalam setahun. Total kerugian tersebut juga ditambah dampak dari penundaan wisatawan negara lain ke Indonesia karena khawatir tertular virus korona.

Sementara itu Bank Indonesia (BI) akan terus mencermati perkembangan penyebaran virus korona dan dampaknya terhadap perekonomian dalam negeri khususnya di pasar keuangan.

Sentimen Negatif

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, virus korona akan menimbulkan dampak pada pemulihan ekonomi global dan menjadi sentimen negatif di pasar keuangan. Hal ini disebabkan Tiongkok merupakan bagian utama dalam rantai pasok kebutuhan dunia.

“Virus korona menjadi risiko utama yang menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan dalam Rapat Dewan Gubernur beberapa waktu terakhir,” jelas Dody kepada Investor Daily, Selasa (11/2).

Dody Budi Waluyo.
Dody Budi Waluyo.

Menurut dia, BI akan mencermati berbagai perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.

Hingga kini, kata Dody, ekonomi Indonesia masih didorong oleh permintaan domestik sehingga resiliensi ke depan masih cukup baik, meski juga dapat terdampak dari sisi kinerja eksternal.

Sebelumnya, Dody menyampaikan bahwa wabah virus korona di Tiongkok mulai memengaruhi kondisi pasar keuangan global di sejumlah negara termasuk Indonesia yang memicu aliran modal asing keluar sebesar Rp 11 triliun hanya dalam waktu seminggu, beberapa waktu lalu. Sementara aliran modal asing masuk sepanjang 2020 berjalan hanya Rp 400 miliar.

Josua Pardede, ekonomi Bank Permata. Foto: metrotv
Josua Pardede, ekonomi Bank Permata. Foto: metrotv

Sementara itu, Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan, pada awal 2020, ketidakpastian global dan merebaknya virus korona membayangi dan terus memengaruhi secara langsung neraca transkasi berjalan.

Dilihat dari aktivitas pabrik yang belum normal, menurut dia, itu banyak dikarenakan aktivitas manufaktur pabrikan di Tiongkok yang tutup karena mengantisipasi penyebaran virus korona yang lebih luas.

“Aktivitas pabrik di Tiongkok menurun sedangkan negara lain di luar Tiongkok biasa menjadi supplier dan consumer, sehingga value chain global agak terganggu,” tegas dia saat dihubungi, Senin (10/2).

Untuk Indonesia, Josua mengatakan, bisa terkena dampak dua kali atas merebaknya virus korona. Pertama dari sisi pelaku industri yang akan kesulitan untuk mendapatkan produk dari Tiongkok. Kedua kinerja ekspor ikut menurun, karena permintaan dari Tiongkok yang menurun.

Sedangkan pada sisi lain yang akan terdampak adalah perdagangan dan pariwisata. “Kalau semakin banyak wisatawan asing masuk ke Indonesia ketimbang wisatawan Indonesia yang pergi ke luar negeri, maka defisit neraca jasa akan menurun meksipun ada yang mendominasi defisit perkapalan perdagangan untuk kegiatan ekspor,” ujar dia. (ns)

Virus Korona, gajala dan pencegahannya.
Virus Korona, gajala dan pencegahannya.

Data Terkait Virus Korona, Pariwisata, dan Perekonomian

  • Setiap tahun, sebanyak dua juta turis Tiongkok mengunjungi Indonesia.

  • Pemerintah menutup penerbangan dari dan ke daratan Tiongkok sejak 5 Februari 2020, menyusul merebaknya virus korona di Kota Wuhan, Tiongkok.

  • Indonesia berpotensi kehilangan devisa hingga US$ 4 miliar jika rute penerbangan Tiongkok ditutup selama setahun.

  • Hanya salam seminggu pada awal Februari 2020, aliran modal asing keluar dari Indonesia mencapai Rp 11 triliun yang ditengarai juga dipengarui oleh wabah virus korona. Sementara dana asing masuk sejak awal tahun hanya Rp 400 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN